Atasi Kemacetan, UPPKB Bengkulu Larang Truk Angkutan Hasil Tambang Melintas di Jalan Utama
Indonesiaraja.com,Rejang Lebong- Untuk mengantisipasi kemacetan lalu lintas selama libur Natal dan Tahun Baru 2025, truk pengangkut hasil tambang dan muatan lainnya dilarang melintas di jalan utama di Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu. Larangan ini berlaku mulai 18 Desember 2024 hingga awal tahun 2025, Minggu (15/12/2024).
Larangan tersebut dikeluarkan oleh Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Bengkulu wilayah Kabupaten Rejang Lebong. Menurut Pengawas Satpel UPPKB Padang Ulak Tanding,Rio Jangyo, larangan melintas ini khususnya berlaku bagi truk angkutan hasil tambang dan muatan non-penunjang seperti barang konstruksi.
"Terhitung sejak 18 Desember 2024, truk tambang dan muatan lainnya dilarang melintas di jalan utama, kecuali kendaraan pengangkut sembako dan BBM," jelas Rio, Minggu (15/12/2024).
Larangan tersebut merupakan instruksi dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub) untuk mengurangi kemacetan lalu lintas yang biasanya meningkat selama libur Nataru. Rio menambahkan bahwa aturan ini sudah disosialisasikan kepada pemilik usaha angkutan melalui berbagai saluran, termasuk media sosial dan pemberitaan di media massa.
"Jika ada kendaraan yang masih melintas setelah dijadwalkan untuk dilarang, maka petugas kepolisian dan pihak kami akan melakukan penindakan sesuai prosedur," tegasnya.
Rio juga mengimbau agar para pengusaha angkutan, selain yang mengangkut sembako dan BBM, mematuhi aturan ini agar tidak mengganggu kelancaran arus lalu lintas, terutama di daerah yang biasanya ramai dikunjungi pemudik saat libur akhir tahun.
Selama periode libur Nataru, UPPKB Padang Ulak Tanding akan dijadikan rest area bagi para pemudik yang melintas menuju Bengkulu maupun kota-kota lain di wilayah Sumatera. Dengan adanya fasilitas ini, diharapkan perjalanan para pemudik dapat lebih nyaman dan lancar.
Dengan penerapan larangan ini, diharapkan arus lalu lintas di Kabupaten Rejang Lebong selama libur Natal dan Tahun Baru dapat berjalan lebih tertib dan mengurangi potensi kemacetan yang sering terjadi di jalan utama.
Reporter : Hanny Try
Editor : Sherly Meviitasari
- 250103 views
