Skip to main content
x
Pelatihan tukang kayu yang sedang dilakukan oleh Dinas PUPR Bengkulu Selatan, Senin 23/12/2024 (Foto:Syafrin Dani)/Indonesiaraja.com

Dinas PUPR Bengkulu Selatan Latih Tukang Kayu untuk Tingkatkan Kualitas Pembangunan

Indonesiaraja.com,Bengkulu- Profesi tukang kayu, yang selama ini banyak dijalani secara autodidak, kini mendapat perhatian serius dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Bengkulu Selatan. Tujuannya adalah untuk memperbaiki keterampilan dan memastikan kualitas bangunan yang dihasilkan sesuai dengan standar nasional, Senin (23/12/2024).

Melalui pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan, diharapkan para tukang kayu dapat meningkatkan keahlian mereka dan memenuhi standar yang lebih tinggi dalam setiap pekerjaan konstruksi.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bengkulu Selatan, Teddy Setiawan, ST, M.Si, melalui Kepala Bidang Jasa Konstruksi (Jakon), Dwi Eka Noprayanti, S.IP, menjelaskan bahwa selama ini banyak tukang kayu yang bekerja tanpa adanya pemahaman mendalam terkait teori konstruksi yang tepat. Kebanyakan tukang kayu belajar melalui pengalaman dan tidak selalu mengerti tentang prinsip-prinsip teknis yang seharusnya diterapkan dalam pekerjaan mereka.

"Memang, para tukang kayu ini sudah memiliki pengalaman, tetapi belum sepenuhnya memahami teori yang benar dalam pembangunan. Misalnya, dalam hal pengukuran dan perhitungan yang harus sesuai standar. Jika dilakukan asal-asalan, bisa berdampak pada kualitas hasil bangunan," ujar Eka.

Dwi Eka Noprayanti menambahkan, pelatihan tukang kayu yang sedang dilakukan oleh Dinas PUPR bertujuan untuk memastikan bahwa semua tukang kayu memahami pentingnya akurasi dalam setiap pekerjaan mereka. Dalam dunia pertukangan, kesalahan kecil, seperti ukuran yang tidak tepat atau potongan yang meleset, dapat berdampak besar pada keseluruhan struktur bangunan.

Salah satu tujuan utama dari pelatihan ini adalah untuk memberikan sertifikasi kepada para tukang kayu yang sudah memiliki keterampilan. Dengan sertifikasi ini, diharapkan para tukang dapat menunjukkan keahlian mereka secara resmi, yang akan membuka lebih banyak peluang pekerjaan di sektor konstruksi, terutama yang melibatkan dana APBD.

"Saat ini, sesuai dengan aturan yang berlaku, setiap pembangunan yang menggunakan anggaran APBD wajib melibatkan tukang yang bersertifikasi. Bangunan yang dihasilkan harus memiliki kualitas dan mutu yang terjamin. Dengan tukang yang terlatih dan memiliki sertifikat, kami yakin kualitas bangunan yang dihasilkan akan lebih baik dan tahan lama," jelas Eka.

Selain itu, Eka juga menegaskan bahwa sertifikat tukang kayu tidak berlaku selamanya. Setiap tukang kayu harus melakukan perpanjangan sertifikat setiap lima tahun sekali, sebagai bagian dari mekanisme untuk memastikan mereka tetap mengikuti perkembangan terbaru dalam dunia konstruksi.

Melalui pelatihan ini, Dinas PUPR berharap agar seluruh tukang kayu di Bengkulu Selatan dapat meningkatkan kualitas hidup mereka. Dengan keterampilan yang lebih teruji dan sertifikasi yang dimiliki, para tukang kayu akan lebih mudah diterima di berbagai proyek konstruksi, baik untuk pembangunan rumah, gedung, maupun infrastruktur lainnya.

"Harapannya, tukang yang telah bersertifikat akan lebih dihargai dan dicari oleh banyak orang. Keterampilan yang baik tidak hanya meningkatkan kualitas bangunan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi para tukang kayu. Dengan begitu, mereka dapat terus berkembang dan meningkatkan kesejahteraan hidupnya," kata Eka.

Dengan adanya program pelatihan dan sertifikasi ini, Dinas PUPR Bengkulu Selatan berharap dapat menciptakan lingkungan konstruksi yang lebih profesional, terampil, dan sesuai dengan standar nasional, serta memberikan manfaat bagi perkembangan perekonomian daerah.

 

Reporter : Syafrin Dani

Editor : Sherly Meviitasari