DKP Bengkulu Utara Gelar Gerakan Pangan Murah, Masyarakat Merasa Terbantu
Indonesiaraja.com, Bengkulu - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkulu Utara, melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP), menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah (GPM) pada Rabu, 4 Desember 2024.
Kegiatan ini berlangsung di halaman Kantor DKP Kabupaten Bengkulu Utara dan dibuka secara langsung oleh Wakil Bupati Bengkulu Utara, Arie Septia Adinata, SE, M. Ap. Selain itu, acara ini juga dihadiri oleh Wakil Ketua 1 DPRD Bengkulu Utara, Ichram Nur Hidayah, ST, perwakilan Polres Bengkulu Utara, perwakilan Kodim 0423/BU, Kepala DKP Bengkulu Utara Sabani, SH, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Camat Kota Arga Makmur.
Wakil Bupati Kabupaten Bengkulu Utara, Arie Septia Adinata, SE, M. Ap, dalam sambutannya, memberikan apresiasi terhadap langkah Dinas Ketahanan Pangan (DKP) dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM).
Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya nyata pemerintah untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan dengan harga yang terjangkau, serta menjaga kestabilan harga di pasar. Program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat, terutama dalam menghadapi tantangan harga pangan yang fluktuatif.
“Kegiatan ini diharapkan dapat membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau, mengurangi beban ekonomi, dan mengantisipasi lonjakan harga menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Selain itu, program ini juga berperan penting dalam menekan inflasi,” ujar Wabup.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Bengkulu Utara, Sabani, S.H, dalam laporannya menyampaikan bahwa harga bahan pokok yang dijual dalam program Gerakan Pangan Murah (GPM) ini lebih terjangkau dibandingkan dengan harga pasar.
Selisih harga yang ditawarkan dalam GPM mencapai antara Rp 2.000 hingga Rp 5.000 lebih murah, sehingga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Hal ini diharapkan dapat membantu meringankan beban ekonomi masyarakat, terutama di tengah kondisi harga pangan yang cenderung naik.
"Harga Bapok dalam GPM ini lebih murah dari harga pasaran. Selisih harga Rp. 2.000,- hingga Rp. 5.000,-. GPM serupa akan kembali diadakan pada minggu kedua Desember 2024 ini," terang Sabani.
Kegiatan ini mendapat respons positif dari masyarakat. Banyak yang berharap program serupa dapat terus diadakan, terutama untuk membantu meringankan biaya hidup, terutama menjelang momen-momen penting seperti akhir tahun.
Masyarakat merasa terbantu dengan harga bahan pokok yang lebih terjangkau, dan mereka berharap kegiatan ini dapat rutin dilaksanakan agar dapat menjaga kestabilan ekonomi keluarga, terutama dalam menghadapi peningkatan kebutuhan pada periode-periode tertentu.
Reporter : Hanny Try
Editor : Sherly Mevitasari
- 250090 views
