Skip to main content
x
Gubernur Rohidin pada acara bedah buku yang digelar Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bengkulu bersama Koperasi Perempuan Pelestari Hutan dan Lembaga Kajian, Advokasi dan Edukasi (Live) dalam rangka memperingati Hari Bumi 2023. (Foto:Soni)

Gubernur Rohidin Apresiasi Launching Buku Otobiografi Perempuan Pelestari TNKS

Indonesiaraja.com, Bengkulu - Gubernur Rohidin Mersyah mengapresiasi launching buku 'Membangun Jalan Perubahan: Kumpulan Otobiografi Perempuan Pelestari Hutan Larangan'.

Buku itu berisi otobiografi 20 orang perempuan desa penyangga Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) yang berhasil mendapatkan pengakuan formal dengan menandatangani perjanjian kerjasama kemitraan konservasi dengan Balai Besar TNKS dalam mengelola hutan sekaligus memanfaatkan hasil hutan bukan kayu sumber pangan.

Hal ini disampaikan Gubernur Rohidin pada acara bedah buku yang digelar Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bengkulu bersama Koperasi Perempuan Pelestari Hutan dan Lembaga Kajian, Advokasi dan Edukasi (Live) dalam rangka memperingati Hari Bumi 2023 di Palm Ola Bakery & Restory, Selasa, (18/04/2023).

Saya mengapresiasi baik pengalaman berharga dari para perempuan tangguh yang tergabung dalam Kelompok Perempuan peduli lingkungan didokumentasikan dalam bentuk buku,

"Saya mengapresiasi baik pengalaman berharga dari para perempuan tangguh yang tergabung dalam Kelompok Perempuan peduli lingkungan didokumentasikan dalam bentuk buku, sehingga terasa kebermanfaatannya. Karena salah satu warisan yang berbicara adalah buku," ujar gubernur yang juga telah menerbitkan 8 judul buku ini.

Sebagai bentuk dukungan, secara spontan Gubernur Rohidin memberikan uang tunai lima juta rupiah atas terbitnya buku tentang perempuan pejuang pelestarian hutan dan lingkungan hidup di Bengkulu.

Untuk menarik minat baca kaum milenial dan masyarakat luas, selain dalam bentuk buku dirinya berharap isi buku dapat diurai menjadi semacam bacaan ringan yang bisa disajikan melalui media sosial.

3 dari 20 orang penulis hadir dalam  kegiatan bedah buku ini, di antaranya   Rita Wati, yang merupakan Ketua Kelompok Perempuan Peduli Lingkungan Maju Bersama. Wahyuni Saputri Ketua Komunitas Perempuan Pelestari Situs Warisan Dunia, dan Rika Nofrianti ketua Koperasi Perempuan Pelestari Hutan.

Melalui buku ini Wahyuni Saputri sebagai salah satu penulis berharap dapat memberikan edukasi bahwa usaha kegiatan ekonomi bisa dilakukan selaras dengan upaya memperbaiki dan menjaga kelestarian hutan.

"Kami berharap perjuangan kami bisa menginspirasi perempuan lain yang sedang berjuang mendapatkan hak  mengelola hutan secara legal tanpa takut berurusan dengan petugas," tutupnya. (DMW)