Skip to main content
x
Tim pencarian yang dilakukan untuk mencari tiga nelayan yang hilang kontak, Selasa 3/12/24 (Foto:Hanny)

3 Nelayan Bengkulu Hilang, Tim Masih Lakukan Pencarian

Indonesiaraja.com, Bengkulu - Tim pencarian yang dilakukan untuk mencari tiga nelayan yang hilang kontak di perairan Kaur telah menemukan beberapa petunjuk yang diduga berkaitan dengan kapal yang mereka tumpangi. Tiga nelayan yang hilang tersebut adalah Bastaridi (25), Muklis (33), dan Hendra (45), yang berasal dari desa-desa di sekitar wilayah Kaur, seperti Kebun Niur, Gedang Melintang, dan Batu Lambang.

Tiga nelayan tersebut berangkat dari Pantai Pasar Bawah pada Minggu, 1 Desember 2024 dan dilaporkan hilang kontak setelah melaut menggunakan perahu sampan ARIAN.

Ketiga nelayan tersebut berangkat sekitar pukul 17.00 WIB dengan tujuan melaut sejauh sekitar 10 mil dari lepas pantai. 

Proses pencarian ini merupakan langkah penting dalam upaya memastikan keselamatan dan mencari informasi lebih lanjut mengenai keberadaan mereka. Temuan petunjuk di perairan menjadi titik terang yang dapat membantu tim SAR dalam melanjutkan pencarian dan berharap dapat segera menemukan para nelayan tersebut dalam keadaan selamat.

Kehilangan kontak dengan kapal nelayan sering kali disebabkan oleh cuaca buruk, kerusakan kapal, atau faktor lain yang tidak terduga. Oleh karena itu, diharapkan bahwa pencarian dapat segera membuahkan hasil positif, dan pihak berwenang terus memberikan perhatian khusus terhadap keselamatan para nelayan yang beraktivitas di perairan tersebut.

Penemuan sebuah tempat makan dan papan terombang-ambing di tengah laut oleh tim pencarian di wilayah Padang Guci, Kabupaten Kaur, semakin memperjelas kemungkinan bahwa barang-barang tersebut berasal dari kapal yang tumpangi oleh ketiga nelayan yang hilang kontak. Temuan ini menjadi petunjuk penting yang dapat membantu dalam upaya melacak lokasi dan keberadaan ketiga nelayan tersebut.

Menurut keterangan tim pencarian, barang-barang tersebut diduga terkait langsung dengan kapal yang hilang. Hal ini menambah kekhawatiran tentang nasib nelayan tersebut, namun juga memberikan harapan agar pencarian dapat segera menemukan mereka. Temuan di laut tersebut akan menjadi titik fokus selanjutnya dalam operasi pencarian, dengan harapan tim dapat menemukan tanda-tanda lebih lanjut yang mengarah pada keberadaan nelayan yang hilang.

Kehilangan nelayan di laut selalu menjadi situasi yang penuh tantangan, mengingat faktor cuaca dan kondisi perairan yang tidak menentu. Pencarian yang dilakukan oleh tim SAR diharapkan segera membuahkan hasil positif dan memberikan kepastian kepada keluarga dan masyarakat setempat.

Kapolres Bengkulu Selatan (BS), AKBP Florentus Situngkir SIK, melalui Kapolsek Kota Manna, Iptu Erik Fahreza SH, membenarkan penemuan tempat makan dan papan terombang-ambing di laut yang diduga terkait dengan kapal nelayan yang hilang. Iptu Erik mengungkapkan bahwa kapal yang turut serta dalam pencarian telah kembali ke Pelabuhan Nelayan Pasar Bawah setelah melakukan pencarian di perairan tersebut.

"Ya, dari keterangan kakak korban yang ikut mencari, ditemukan tempat makan dan papan yang diduga bagian dari kapal di perairan laut Padang Guci," kata Kapolsek. Selasa 3/12/24 

Dalam proses tersebut, salah seorang anggota keluarga korban yang terlibat dalam pencarian mengonfirmasi bahwa mereka menemukan barang-barang tersebut, yang semakin menguatkan dugaan bahwa itu berasal dari kapal yang tumpangi oleh ketiga nelayan yang hilang. Penemuan ini memberikan petunjuk penting dalam upaya melacak keberadaan para nelayan, meskipun pencarian masih terus dilakukan.

Pihak kepolisian dan tim pencarian diharapkan dapat melanjutkan upaya mereka dengan lebih intensif dan menemukan lebih banyak petunjuk yang dapat mempercepat penemuan ketiga nelayan yang hilang.

Kedua barang tersebut kini telah dibawa ke rumah korban untuk memastikan apakah benar milik ketiga nelayan tersebut.

Meski telah ditemukan petunjuk, proses pencarian terhadap ketiga nelayan masih terus dilakukan oleh pihak keluarga, Basarnas, dan tim lainnya, namun hingga saat ini hasil pencarian masih nihil.

Sementara itu, saat tim pencarian kembali ke Pelabuhan Nelayan Pasar Bawah, pihak keluarga korban yang menunggu di pelabuhan menyambutnya dengan isak tangis. 

Hingga saat ini, upaya pencarian oleh pihak Basarnas, marinir, dan nelayan setempat terus dilakukan. Dua unit perahu telah dikerahkan untuk mencari jejak ketiga nelayan tersebut, dengan perahu pertama berangkat pada pukul 11.00 WIB dan perahu kedua pada pukul 15.00 WIB.

Namun, kedua perahu tersebut belum berhasil menemukan keberadaan ketiga nelayan.

"Ketua Kelompok Nelayan setempat menyatakan bahwa apabila ketiga nelayan tersebut belum ditemukan, pencarian akan diperluas dengan mengerahkan 10 unit kapal nelayan pada keesokan harinya," tutupnya.

 

 

 

 

Reporter : Hanny Try 

Editor : Sherly Mevitasari