Skip to main content
x
Peringatan G30SPKI, Senin 30/9/24 (Foto:Ilustrasi GS30PKI)

30 September, Mengenang Sejarah G30S/PKI

 

Indonesiaraja.com, Bengkulu - Tanggal 30 September diperingati sebagai Hari Peringatan Peristiwa Pemberontakan G30S/PKI. Setelah merdeka pada tanggal 17 Agustus tahun 1945, perlu perjuangan untuk bangsa Indonesia dalam melakukan kedaulatan secara utuh. Negara Indonesia bahkan harus menghadapi berbagai pergolakan setelah memperoleh kemerdekaan. Salah satunya yaitu adanya peristiwa yang disebut dengan Gerakan 30 September yang dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia di tahun 1965.

G30S/PKI adalah singkatan dari Gerakan 30 September/Partai Komunis Indonesia, yang merujuk pada peristiwa kudeta yang terjadi di Indonesia pada malam 30 September hingga 1 Oktober 1965. 

Ketegangan Politik: Pada awal 1960-an, Indonesia mengalami ketegangan politik yang tinggi. Sukarno, sebagai presiden, berusaha menggabungkan berbagai kekuatan politik, termasuk nasionalis, militer, dan komunis. PKI semakin kuat, yang membuat militer dan kelompok Islam khawatir.

Ekonomi yang Memburuk: Krisis ekonomi, inflasi, dan ketidakpuasan rakyat memperburuk situasi politik. Banyak yang menyalahkan PKI dan pemerintahan Sukarno.

Peristiwa ini berujung pada penangkapan dan pembantaian massal terhadap anggota PKI dan orang-orang yang dianggap simpatisan. Akibatnya, Presiden Sukarno kehilangan kekuasaannya, dan Jenderal Suharto mengambil alih pemerintahan, yang mengarah pada pelaksanaan Orde Baru. Rezim Suharto berlangsung selama lebih dari tiga dekade dan mengakibatkan perubahan besar dalam struktur politik, sosial, dan ekonomi Indonesia.

Peristiwa G30S, Pada malam 30 September 1965, sekelompok militer yang terlibat dengan PKI menculik enam jenderal Angkatan Darat. Mereka mengklaim bahwa mereka bertujuan untuk menyelamatkan Sukarno dari kudeta yang direncanakan oleh kalangan militer.

Jenderal-jenderal tersebut dibunuh, dan mayatnya dibuang di Lubang Buaya, Jakarta. Peristiwa ini menimbulkan kebingungan dan ketegangan. Jenderal Suharto, yang saat itu menjabat sebagai Panglima Komando Strategis Angkatan Darat, segera mengambil alih dan memimpin operasi untuk menumpas gerakan tersebut.

G30S/PKI dipimpin langsung oleh ketuanya pada saat itu yang bernama Dipa Aidit. Ketua gerakan ini sangat gencar memberikan hasutan kepada seluruh warga Indonesia agar mendukung PKI.

 

 

 

 

Penulis : Hanny Try