Skip to main content
x
Kebakaran di Bengkulu Selatan yang nyaris meludeskan 5 kamar kosan, Senin 11/9/23 (Foto:Putra)

5 Kamar Kosan Ludes Diraib Sijago Merah

Indonesiaraja.com, Bengkulu - Kebakaran di Bengkulu Selatan yang nyaris meludeskan 5 kamar kosan, Minggu (10/9/2023) malam. Perisitiwa ini terjadi pada Pukul 21.54 WIB, kamar kos tersebut milik Wiwin warga Jalan Tebat Serai III Kelurahan Padang Kapuk.

Kebakaran hebat tersebut pertama kali diketahui oleh salah satu penghuni kosan bernama Nur Dini Maryani (16) warga Desa Pino Baru Kecamatan Air Nipis pada sekitar pukul 20.50 WIB. Penghuni kosan mendengar ada bunyi ledakan dari atas plafon kosan tersebut.

"Saat itu saya sedang berada di toilet kosan. Kemudian, saat sedang di dalam toilet, saya mendengar suara ledakan yang berasal dari atas plafon kosan," kata Nur.

Setelah mendengar suara ledakan dirinya kemudian membangunkan kakaknya sendiri yaitu Rini Nur Aprian (26) juga warga Desa Pino Baru Kecamatan Air Nipis. Saat itu, kakaknya tersebut sedang tertidur dan langsung berlari keluar kosan.

"Kami dengan kakak saya sama-sama tinggal di kosan itu. Tapi saat kejadian, kakak saya sedang tidur. Kemudian, saya langsung bangunkan dan kami langsung berlari keluar untuk meminta bantuan," terang Nur.

Kadis Satpol PP dan Damkar Bengkulu Selatan Erwin Muchsin, S.Sos menerangkan, dugaan sementara kebakaran tersebut disebabkan oleh korsleting listrik. Pihaknya menurunkan langsung tiga unit alat pemadam kebakaran jenis mobil untuk membantu memadamkan api.

"Api berhasil dipadamkan sekira pukul 22.30 WIB. Untuk dugaan sementara, api disebabkan oleh korsleting listrik di kontrakan tersebut," kata Erwin.

Setelah 30 menit api berhasil dipadamkan. Ada 3 unit mobil PBK serta 25 orang personel dibantu warga.

"30 menit setelah kejadian baru berhasil dipadamkan dan selesai pendinginan. Pemadaman dengan menurunkan 3 unit mobil dan 25 orang personel serta warga sekitar," jelas Erwin.

Dalam peristiwa ini beruntung tidak memakan korban jiwa. Namun, pemilik kamar kos ditaksir mengalami kerugian sekitar Rp 70 juta.

"Tidak ada korban jiwa. Tetapi korban mengalami kerugian ditaksir diangka Rp 70 juta," ujar Erwin.

 


 

 

Reporter : Putra

Editor : Alna