Antisipasi Penyebaran Cacar Monyet, RSHD Kota Bengkulu Siapkan 22 Ruangan Isolasi
Indonesiaraja.com,Bengkulu- Rumah Sakit Harapan dan Doa (RSHD) Kota Bengkulu menyiapkan 22 ruangan isolasi untuk mengantisipasi penyebaran virus monkeypox atau cacar monyet yang kini mulai menjadi perhatian. Ruangan isolasi ini sebelumnya digunakan untuk pasien COVID-19 dan kini dialihkan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kasus cacar monyet di wilayah tersebut, Rabu (22/01/2025).
Kepala Bidang Pelayanan Medik dan Keperawatan RSHD, Meidi Fazirin, menjelaskan bahwa meskipun hingga saat ini belum ada kasus cacar monyet di Kota Bengkulu, persiapan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi.
"Kami menyiapkan 22 ruangan isolasi yang sebelumnya digunakan untuk pasien COVID-19. Cacar monyet memiliki karakteristik penularan yang sama dengan COVID-19, yaitu melalui udara," ungkap Meidi.
Meidi menambahkan bahwa cacar monyet lebih berbahaya dibandingkan dengan cacar air, karena selain dapat menyebar melalui udara, virus ini juga bisa menular melalui sentuhan langsung dan hubungan sesama jenis. Gejala dari cacar monyet mirip dengan cacar air, namun disertai dengan pembengkakan kelenjar getah bening di area ketiak dan selangkangan, serta gelembung-gelembung yang mengeluarkan nanah.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bengkulu, Joni Haryadi Thabrani, mengimbau kepada masyarakat untuk kembali disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes) guna mencegah penyebaran virus cacar monyet. “Kami mengimbau masyarakat untuk terus menerapkan prokes seperti memakai masker, mencuci tangan secara teratur, serta mengonsumsi makanan dan minuman bergizi,” ujarnya.
Joni juga menekankan pentingnya konsistensi dalam penerapan prokes untuk menjaga kondisi Kota Bengkulu tetap aman dan sehat. Ia meminta warga Kota Bengkulu untuk tetap tenang dan tidak panik, meskipun kewaspadaan terhadap penyebaran virus cacar monyet harus tetap tinggi.
Dengan langkah antisipasi yang telah dilakukan, pihak rumah sakit dan dinas kesehatan berharap bisa meminimalisir risiko penyebaran virus monkeypox di Kota Bengkulu.
Reporter : Hanny Try
Editor : Sherly Mevitasari
- 250004 views
