Skip to main content
x
Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Bengkulu menggelar inovasi Poli Pintar, Senin 18/11/24 (Foto:Hanny)

BPOM Gelar Poli Pintar Guna Memastikan Keamanan Makanan

Indonesiaraja.com, Bengkulu - Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Bengkulu menggelar inovasi Poli Pintar (Perpustakaan Keliling Pintar) di kawasan wisata Pantai Berkas dan Pantai Panjang, Minggu (17/11/2024). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) kepada masyarakat tentang cara memilih obat dan makanan yang aman.

Ketua Tim I Infokom, Yunika Sary, menjelaskan bahwa Poli Pintar mengutamakan pendekatan langsung kepada masyarakat dengan berbagai kegiatan seperti, Edukasi cara memilih obat dan makanan yang benar, Penggunaan aplikasi BPOM Mobile untuk memeriksa keaslian produk secara mandiri, Layanan konsultasi terkait keamanan obat dan makanan, Pembagian leaflet informatif, Penyediaan buku bacaan bagi pengunjung.

“Kami ingin meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya memilih produk yang aman, terutama obat dan makanan yang dikonsumsi sehari-hari, kami mengajak masyarakat supaya melakukan Cek KLIK, yakni Cek Kemasan, Cek Label, Cek Izin Edar, dan Cek Kedaluwarsa sebelum membeli obat dan makanan untuk memastikan semuanya aman” ujar Yunika.

Yunika Sary, menyampaikan bahwa tim BPOM memeriksa 37 sampel makanan yang dijual pedagang, termasuk, Mochi, Basreng, Kerupuk, Kulit goreng, Usus goreng. 

Hasil pengujian menunjukkan bahwa semua sampel makanan bebas dari bahan berbahaya, seperti formalin, boraks, dan pewarna tekstil. 

“Ini memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa makanan yang dijual di kawasan ini aman untuk dikonsumsi,” ujar Yunika.

“Hasilnya tidak ditemukan bahan berbahaya seperti formalin, boraks, maupun pewarna tekstil dalam makanan yang dijual di kawasan ini. Ini adalah langkah penting untuk melindungi masyarakat,” ujar Yunika Sary.  

Langkah ini diharapkan dapat membantu para pedagang meningkatkan standar keamanan pangan mereka, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap produk yang dijual di kawasan wisata tersebut.

 

 

 

 

Reporter : Hanny Try 

Editor : Sherly Mevitasari