Skip to main content
x
Bunga Rafflesia adalah salah satu bunga yang paling unik, Rabu 30/10/24 (Foto:Hanny)

Bunga Rafflesia Ikon Bengkulu, 5 Macam Jenis Bunga Rafflesia

Indonesiaraja.com, Bengkulu - Bengkulu dijuluki sebagai "surga bunga Rafflesia" atau "the land of Rafflesia" karena dari 31 jenis Rafflesia yang ada di dunia, lima di antaranya tumbuh di Bengkulu. Di Indonesia, total terdapat 12 jenis bunga Rafflesia.

Bunga Rafflesia adalah salah satu bunga yang paling unik dan dikenal luas di dunia, terkenal karena ukurannya yang sangat besar dan aroma yang khas.

Peneliti Rafflesia Bengkulu, Prof. Agus Susatya, menjelaskan bahwa semua kabupaten di Provinsi Bengkulu memiliki sebaran lokasi tumbuh bunga langka ini, kecuali Kota Bengkulu. Beberapa daerah bahkan memiliki spesies endemik yang hanya dapat ditemukan di Bengkulu. Keberadaan Rafflesia di wilayah ini menjadikan Bengkulu sebagai destinasi penting bagi para peneliti dan pencinta alam yang ingin mempelajari keanekaragaman hayati yang unik ini.

Berikut adalah lima jenis bunga Raflessia di Bengkulu dan lokasi tumbuhnya. Dua diantaranya bahkan ditemukan langsung oleh peneliti Raflessia asal Bengkulu Agus Susatya.

1. Raflessia Arnoldi

Rafflesia arnoldii adalah salah satu spesies bunga Rafflesia yang terkenal dan menjadi ikon keanekaragaman hayati Indonesia, khususnya di Bengkulu. Bunga ini dikenal karena ukurannya yang sangat besar, dapat mencapai diameter hingga 1 meter, dan merupakan salah satu bunga terbesar di dunia. Rafflesia arnoldii memiliki penampilan yang mencolok dengan kelopak berwarna merah kecokelatan dan bercak-bercak putih.

Bunga ini tumbuh sebagai parasit pada tanaman inangnya, biasanya dari jenis tanaman merambat. Rafflesia arnoldii juga terkenal dengan aroma yang kuat, yang mirip dengan bau daging busuk, untuk menarik serangga penyerbuk. Karena keunikannya, Rafflesia arnoldii sering menjadi daya tarik bagi wisatawan dan peneliti yang ingin melihat langsung keindahan dan keanehan bunga langka ini. Namun, keberadaannya juga terancam oleh kerusakan habitat, sehingga upaya konservasi sangat penting untuk menjaga kelestariannya.

Ditemukan pada 1818 di hutan tropis Bengkulu, tepatnya di dekat Sungai Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan. Penamaan bunga raksasa tersebut berasal dari seorang pemandu ekspedisi yang dipimpin oleh Thomas Stamford Raffles.

Bunga Raflessia Arnoldii didasarkan dari gabungan nama Thomas Stamford Raffles sebagai pemimpin ekspedisi dan Joseph Arnold sebagai penemu bunga. Bunga Raflessia tidak berakar, tidak berdaun dan tidak bertangkai. Raflessia Arnoldi merupakan jenis terbesar dan memiliki warna yang merah yang paling cerah.

Bunga ini paling sering tumbuh di Bengkulu dan sebarannya paling luas. Seperti di kawasan Taba Pananjung Bengkulu Tengah, Kedurang Bengkulu Selatan, Tasikmalaya Rejang Lebong, Bengkulu Utara dan Kepahiang.

2. Raflessia Bengkuluensis

Rafflesia bengkuluensis adalah salah satu spesies bunga Rafflesia yang endemik di Provinsi Bengkulu. Bunga ini memiliki karakteristik yang mirip dengan spesies Rafflesia lainnya, tetapi dengan ciri-ciri unik yang membedakannya.

Rafflesia bengkuluensis dikenal memiliki ukuran besar dan kelopak yang berwarna merah dengan bercak-bercak putih atau kuning. Seperti spesies Rafflesia lainnya, ia tumbuh sebagai parasit pada tanaman inangnya, biasanya dari jenis liana atau tanaman merambat.

Karena merupakan spesies endemik, Rafflesia bengkuluensis hanya dapat ditemukan di wilayah tertentu di Bengkulu, menjadikannya sangat berharga dalam konteks keanekaragaman hayati. Keberadaannya harus dilindungi karena terancam oleh kerusakan habitat akibat deforestasi dan aktivitas manusia lainnya. Upaya konservasi penting untuk menjaga spesies ini agar tetap dapat dinikmati oleh generasi mendatang.

Jenis beberapa waktu lalu ditemukan mekar di kawasan belukar bantaran Sungai Penangkulan di sekitar Desa Manau IX Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu.

Nama Agus Susatya melekat pada bunga ini. Hal itu karena Agus Susatya yang merupakan dosen Universitas Bengkulu adalah 1 diantara dua orang penemu Raflessia Bengkulunensis.

Butuh waktu sekitar 4 jam perjalanan dari kota Bengkulu jika ingin melihat bunga ini. Namun, medan menuju lokasi bunga tumbuh cenderung berat.

3. Raflessia Gadutensis

Rafflesia gadutensis adalah salah satu spesies bunga Rafflesia yang juga endemik di Indonesia, khususnya ditemukan di daerah Sumatera. Bunga ini dikenal dengan ukuran besar dan memiliki keunikan tersendiri dalam hal penampilan. Rafflesia gadutensis memiliki kelopak yang berwarna merah dengan bercak-bercak putih, mirip dengan spesies Rafflesia lainnya.

Spesies ini tumbuh sebagai parasit pada tanaman inangnya, biasanya dari jenis tanaman merambat. Seperti bunga Rafflesia lainnya, Rafflesia gadutensis juga menghasilkan aroma yang kuat untuk menarik serangga penyerbuk, yang membantu proses reproduksinya.

Karena keunikannya dan keberadaannya yang terbatas, Rafflesia gadutensis menjadi objek perhatian bagi para peneliti dan pencinta alam. Penting untuk menjaga habitatnya agar spesies ini tetap dapat berkembang dan menjadi bagian dari keanekaragaman hayati Indonesia yang kaya. Upaya konservasi sangat diperlukan untuk melindungi spesies ini dari ancaman kerusakan habitat dan perubahan lingkungan.

Adalah spesies asli pulau Sumatera. Tanaman jenis ini diberi nama setelah tempat pertama kali bunga ini ditemukan, di Ulu Gadut, Sumatera Barat.

Bunga ini beberapa kali tumbuh di Lais Bengkulu Utara. Serta relatif lebih jarang tumbuh diantara jenis lainnya.

4. Rafflesia Hasseltii

Rafflesia hasseltii adalah salah satu spesies bunga Rafflesia yang ditemukan di Indonesia, khususnya di daerah Sumatera dan Kalimantan. Bunga ini dikenal dengan ukuran yang besar dan memiliki ciri khas kelopak berwarna merah tua dengan bercak-bercak putih atau kuning.

Seperti spesies Rafflesia lainnya, Rafflesia hasseltii tumbuh sebagai parasit pada tanaman inangnya, biasanya dari jenis liana atau tanaman merambat. Bunga ini juga mengeluarkan aroma yang kuat, mirip dengan bau daging busuk, untuk menarik serangga penyerbuk, seperti lalat, yang membantu dalam proses reproduksinya.

Rafflesia hasseltii menjadi salah satu daya tarik bagi para peneliti dan wisatawan yang ingin melihat keindahan dan keunikan bunga langka ini. Namun, seperti banyak spesies Rafflesia lainnya, ia terancam oleh kerusakan habitat akibat deforestasi dan aktivitas manusia, sehingga upaya konservasi sangat penting untuk menjaga kelestariannya.

Adalah spesies yang dapat ditemukan di Taman Nasional Kerinci Seblat, Sumatera.

Memiliki corak yang cukup unik, yakni bercak putih pada bunga yang cukup dominan. Ciri itu menjadikan Raflessia Haselti berbeda dengan jenis Raflessia lain. 

Juga tumbuh di kawasan Bengkulu Utara. Butuh waktu setidaknya 2 jam perjalanan darat, dan sekitar 2 jam memasuki kawasan hutan lindung kawasan Seblat.

5. Rafflesia Kemumu

Rafflesia kemumu adalah spesies bunga Rafflesia yang endemik di Indonesia, khususnya ditemukan di daerah Bengkulu. Bunga ini dikenal dengan ukuran yang besar dan kelopak berwarna merah dengan bercak-bercak yang khas, mirip dengan spesies Rafflesia lainnya.

Rafflesia kemumu tumbuh sebagai parasit pada tanaman inangnya, biasanya dari jenis tanaman merambat. Seperti bunga Rafflesia lainnya, ia juga mengeluarkan aroma yang kuat untuk menarik serangga penyerbuk yang membantu dalam proses reproduksinya.

Karena keberadaannya yang terbatas dan keunikannya, Rafflesia kemumu menjadi objek perhatian bagi para peneliti dan pencinta alam. Penting untuk menjaga habitatnya, karena spesies ini terancam oleh kerusakan lingkungan dan deforestasi. Upaya konservasi sangat diperlukan untuk melindungi Rafflesia kemumu agar tetap dapat dinikmati oleh generasi mendatang dan menjadi bagian dari keanekaragaman hayati Indonesia.

Rafflesia Kemumu baru diidentifikasi sebagai bungab Raflessia jenis baru pada 2017. Kala itu bunga ini dianggap sama dengan Bengkuluensis, namun usai diteliti lebih lanjut bunga itu merupakan Raflessia spesies baru.

Nama Kemumu merujuk pada nama tempat bunga ini pertama kali ditemukan dan menjadi habitat aslinya. Selain itu pada Raflessia Kemumu juga melekat nama Agus Susatya sebagai satu diantara 2 penemu.

Bunga ini hanya tumbuh di desa Kemumu saja, sehingga membuatnya semakin khas dan tentu saja endemik. Beberapa hari lalu pihak Komunitas Peduli Puspa Langka (KPPL) Bengkulu Utara melaporkan jika bunga Raflesia Kemumu baru saja mekar.

 

 

 

 

Reporter : Hanny Try 

Editor : Sherly Mevitasari