Skip to main content
x
Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Bengkulu, Kamis 12/12/2024 (Foto:Hanny)

Cuaca Ekstrem di Bengkulu, Nelayan Terhambat Melaut, Harga Ikan Melonjak

Indonesiaraja.com,Bengkulu- Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Bengkulu sejak awal pekan ini menyebabkan kenaikan harga ikan di pasar tradisional Bengkulu, Rabu (12/12/2024).

Selain cuaca ekstrem, kenaikan harga ikan juga disebabkan oleh ombak besar dan angin kencang yang menghambat aktivitas penangkapan ikan oleh nelayan setempat.

Menurut Kepala Dinas Perikanan Provinsi Bengkulu, Syafriandi, SE., ST., M.Si, cuaca buruk yang terjadi dalam beberapa hari terakhir telah mengganggu operasional nelayan.

“Ombak tinggi dan angin kencang membuat nelayan kesulitan untuk melaut. Akibatnya, stok ikan di pasar berkurang, dan harga ikan pun meningkat,” ujar Syafriandi.

Seperti di Pasar Pulau Bai Bengkulu, harga ikan laut, ikan kerapu, ikan tongkol, dan ikan selar tercatat naik hingga 30%. Harga ikan kerapu yang sebelumnya dijual dengan harga Rp 45.000 per kilogram, kini melonjak menjadi Rp 60.000 per kilogram. Sementara itu, ikan tongkol dan ikan selar yang biasanya dijual Rp 25.000 hingga Rp 30.000 per kilogram, kini harganya mencapai Rp 35.000 hingga Rp 40.000 per kilogram.

Salah satu pedagang ikan di Pasar Pulau Bai Bengkulu, Lili (38), mengungkapkan bahwa kelangkaan ikan membuat harga jualnya semakin tinggi.

"Biasanya saya bisa mendapatkan stok ikan dalam jumlah banyak setiap pagi. Namun, dalam beberapa hari terakhir, saya hanya mendapatkan sedikit pasokan, sehingga terpaksa menaikkan harga jual untuk menutupi kerugian," jelas Lili.

Syafriandi menambahkan bahwa pihaknya tengah berupaya untuk mengatasi masalah ini dengan memberikan bantuan kepada nelayan dalam bentuk fasilitas dan peralatan untuk meningkatkan keselamatan saat melaut, serta memastikan distribusi ikan tetap berjalan lancar.

"Kami juga akan melakukan pemantauan terus-menerus terhadap kondisi cuaca dan memberikan informasi yang tepat kepada nelayan agar mereka bisa mengantisipasi cuaca buruk," ucapnya.

Diharapkan, meskipun cuaca ekstrem diperkirakan akan berlanjut selama beberapa hari ke depan, kondisi ini bisa segera membaik sehingga harga ikan dapat kembali stabil.

 

Reporter : Hanny Try 

Editor : Sherly Meviitasari