Skip to main content
x
Tiga truk kendaraan tangki dengan kapasitas 18 ribu liter telah diturunkankan untuk mengirimkan air bersih, Jumat 13/10/23 (Foto:Mail)

Dampak El Nino Masyarakat Banten Mengalami Krisis Air Bersih

Indonesiaraja.com, Jakarta - Akibat dampak El Nino yang berkepanjangan selama dua bulan terakhir. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Febby Rizky Pratama melaporkan 22 kecamatan di daerah tersebut sedang mengalami krisis air bersih.

Dampak El Nino membuat sumur bawah tanah, pompa listrik, dan sumber mata air menjadi kering. Masyarakat di Lebak yang terdampak kekeringan mencapai sekitar 1,1 juta jiwa dari total penduduk Kabupaten Lebak yang berjumlah 1,4 juta jiwa.

Krisis air bersih melanda 94 desa yang tersebar di 22 kecamatan, termasuk Kecamatan Cimarga, Warunggunung, Sajira, Maja, Cirinten, Wanasalam, Cilograng, Leuwidamar, Cihara, Bayah, Gunungkencana, Kalanganyar, Banjarsari, Panggarangan, Cileles, Cijaku, Cipanas, Curugbitung, Cijaku, Cibeber, Cileles, dan Cibadak.

Kemudian, untuk memenuhi kebutuhan air bersih, masyarakat terpaksa menggunakan jasa layanan ojek sepeda motor guna mencapai aliran sungai yang masih memiliki air. 

Selain itu, warga juga mencari sumber mata air di kawasan hutan untuk digunakan mandi, mencuci, dan keperluan MCK (Mandi, Cuci, Kakus).

Mendapati laporan tersebut, BPBD Kabupaten Lebak telah mengambil langkah untuk mendistribusikan air bersih kepada masyarakat yang terdampak. 

Pada awal Oktober 2023, telah didistribusikan sekitar satu juta liter air bersih. Pendistribusian air bersih ini tidak membebankan biaya kepada masyarakat melalui PDAM setempat. Sebaliknya, biaya bahan bakar minyak (BBM) untuk kendaraan tangki diambil dari anggaran BPBD setempat.

Tiga truk kendaraan tangki dengan kapasitas 18 ribu liter telah diturunkankan untuk mengirimkan air bersih guna memenuhi kebutuhan air untuk 300 kepala keluarga setiap harinya.

 

 

 

 

Reporter : Mail

Editor : Alna