Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu Mendata Penyakit ISPA Meningkat Capai 17.354

Indonesiaraja.com, Bengkulu - Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu mendata terdapat peningkatan penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dengan angka mencapai 17.354 orang, sesuai data pelaporan pada triwulan pertama (Januari – Maret). Minggu 12/5/24
Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bengkulu, Ruslian mengatakan, penyakit ISPA ini dikaetgorikan tidak berbahaya namun masyarakat diminta untuk tetap waspada. Namun, jika sudah menemui gejala seperti batuk pilek, demam, dan indikasi lainnya.
"ISPA ini biasa berdampak dari debu dan suhu cuaca. Dan yang paling diwaspadai itu pada anak-anak atau orang yang mudah terkena sakit, seperti lansia atau asma," Ujar Ruslian.
Kemudian, Ia mengimbau masyarakat, terutama dalam kondisi kemarau dan polusi udara saat kerap terjadi saat ini, untuk selalu menggunakan alat pelindung diri.
Ruslian juga menyarankan kepada masyarakat Bengkulu untuk banyak mengonsumsi air putih yang cukup serta sebanyak mungkin beristirahat. Selain itu juga untuk mengonsumsi vitamin.
Sementara itu sesuai data penyebaran penyakit ISPA di Provinsi Bengkulu tertinggi terjadi di Kota Bengkulu yakni mencapai 6.685 kasus. Disusul oleh Kabupaten Seluma mencapai 2.561 kasus dan Bengkulu Utara 2.132 kasus.
Posisi berikutnya, Rejang Lebong 1.150 kasus, Kaur 846 kasus, Bengkulu Selatan 680 kasus, Kepahiang 480 kasus, dan Bengkulu Tengah 55 kasus.
"Secara keseluruhan, dari Januari hingga Maret menurut laporan di Program yang merupakan laporan bulanan dari Dinas Kesehatan kabupaten/kota sudah ada 17 ribuan kasus ISPA," kata Ruslian.
Ruslian juga menjelaskan, penyebab penyebaran ISPA ini bisa dikarenakan faktor cuaca dan imun tubuh yang rendah. Pada saat cuaca yang tidak menentu dengan kondisi imun tubuh menuruns, maka penyakit ISPA akan begitu gampang masuk ke tubuh.
"Penularannya juga melalui droplet atau percikan bersin dan batuk penderita yang terkena ISPA kepada yang belum terkena. Jadi, ISPA ini menular tapi bukan penyakit bawaan," tutupnya.
Reporter : Alna Fransiska
Editor : Nora Fransiska
- 250031 views
