Skip to main content
x
Suimi juga meminta sebaiknya pihak Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu dapat bertemu secara langsung dengan pihak Kerukunan Keluarga Tabut dan instansi terkait, Sabtu 5/8/23

Festival Tabot Selesai Timbul Permasalahan! DPRD Provinsi Bengkulu Minta Pihak Terkait Segera Menyelesaikannya

Indonesiaraja.com, Bengkulu - Festival Tabot yang dilaksanakan selama 10 hari menimbulkan beberapa permaslahan terkait Sampah yang cukup menjadi sorotan, tenda-tenda pedagang yang tidak tersusun rapi sehingga membuat acara festival tabot tersebut berisi keluhan terhadap masyarakat. Sabtu 5/8/2023

Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Bengkulu, Suimi Fales menuturkan dengan adanya event tabut tersebut, membuat perekonomian Bengkulu meningkat. Karena banyak masyarakat maupun pelancong yang berkunjung ke Festival Tabut untuk melihat langsung acara adat dan budaya dari Bengkulu.

“Sebenarnya event tabut membuat kita bangga, karena memiliki daya tarik sendiri yang membuat orang-orang datang ke Bengkulu. Sayangnya setelah selesai, mulailah persoalan-persoalan bermunculan,” kata Suimi.

Selain itu juga Festival Tabut merupakan ajang nasional yang digelar dari tahun ketahun. pihak pemerintah pun tidak ikut serta dalam perjanjian berjalannya kegiatan mulai dari harga tenda dan lainnya.

Sehingga Suimi meminta para panitia dapat bertanggung jawab atas kerjasama yang sudah disepakati dan dipenuhi, dam Ia menegaskan apapun yang terjadi dalam perjanjian baik dari pedagang maupun panitia, masyarakat wajib mengetahuinya.

“Yang jelas karena tidak dilibatkan isi perjanjian pihak ke satu punya kewajiban apa begitu juga dengan pihak kedua. Harga lapak berapa dan setor PAD berapa, tetapi terlepas dari pada itu harus bertanggung jawab dari poin-poin yang sudah di tandatangani oleh kedua belah pihak. Artinya apapun yang terjadi masyarajat Bengkulu wajib tahu,” tegasnya.

Suimi juga meminta sebaiknya pihak Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu dapat bertemu secara langsung dengan pihak Kerukunan Keluarga Tabut dan instansi terkait untuk memperbaiki dan membahas persoalan tersebut. Sehingga ke depannya Festival Tabut berjalan dengan lancar tanpa adanya aduan dan keluhan dari masyarakat maupun pedagang.

“Sehingga kami berharap bahwa komisi II dengan adanya informasi kurang sedap terkait penyelenggaraan Festival Tabut, akan mengundang Dinas Pariwisata membahas hal-hal apa saja yang menjadi permasalahan serta kendala. Agar di tahun-tahun mendatang tidak terjadi kesalahan yang sama,” tutup Suimi.(Adv)