Harga Cabai Merah di Kepahiang Naik Jelang Akhir Tahun, Petani Alami Kendala Akibat Cuaca
Indonesiaraja.com,Kepahiang- Menjelang akhir tahun, harga cabai merah di Kabupaten Kepahiang mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Harga yang sebelumnya berkisar di angka Rp 30 ribu per kilogram, kini telah mencapai Rp 35 ribu per kilogram. Lonjakan harga ini mempengaruhi daya beli masyarakat dan menjadi perhatian di pasar-pasar lokal, Senin (23/12/2024).
Salah seorang pedagang di Pasar Kepahiang, Umar (35), mengungkapkan bahwa kenaikan harga cabai merah terjadi dalam beberapa hari terakhir.
"Harga cabai merah sekarang sudah Rp 35 ribu per kilogram. Sebelumnya masih di Rp 30 ribu. Ini cukup memberatkan pembeli," ujar Umar saat ditemui di Pasar Kepahiang.
Menurut Umar, lonjakan harga ini disebabkan oleh berkurangnya pasokan cabai di pasar lokal. Cuaca hujan yang terus menerus dalam beberapa minggu terakhir membuat para petani kesulitan memanen cabai, sehingga stok cabai yang tersedia di pasar menjadi terbatas, sementara permintaan dari konsumen tetap stabil.
"Cuaca memang jadi kendala utama. Hujan deras membuat petani sulit memanen cabai. Beberapa petani bahkan melaporkan hasil panen mereka menurun drastis," tambah Umar.
Kepahiang dikenal sebagai salah satu daerah penghasil cabai di Provinsi Bengkulu. Namun, musim penghujan yang berkepanjangan membuat produktivitas petani menurun.
"Banyak lahan cabai yang terdampak genangan air, sehingga mengurangi kualitas dan kuantitas hasil panen," ungkapnya.
Syaiful (40), salah seorang petani cabai di Desa Batu Ampar, mengatakan bahwa kondisi ini sebenarnya sudah diprediksi sebelumnya.
"Kami sudah memperkirakan saat musim hujan, panen cabai akan menurun," ujar Syaiful.
Sebagian besar petani di wilayah ini sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi potensi penurunan hasil panen, namun mereka tidak bisa menghindari dampak dari hujan yang terus mengguyur wilayah tersebut.
Kenaikan harga cabai ini tentu saja mempengaruhi pengeluaran masyarakat. Salah seorang pembeli, Nurhayati (29), mengaku bahwa dirinya terpaksa mengurangi pembelian cabai untuk kebutuhan sehari-hari.
"Biasanya saya beli cabai untuk stok seminggu. Sekarang harus mengurangi jumlahnya karena harganya naik," ujar Nurhayati.
Kondisi ini membuat masyarakat Kepahiang harus beradaptasi dengan harga bahan pokok yang semakin mahal, terutama menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, yang biasanya disertai dengan peningkatan konsumsi.
Pemerintah daerah diharapkan dapat mencari solusi untuk mengatasi permasalahan ini, baik melalui upaya stabilisasi pasokan maupun pengelolaan stok cabai yang lebih baik agar harga dapat kembali terkendali.
Reporter : Hanny Try
Editor : Sherly Meviitasari
- 250052 views
