Skip to main content
x
Harga Jengkol Turun Drastis, di Seluma, Senin 20/01/2025 (Foto:Hanny)/Indonesiaraja.com

Harga Jengkol Turun Drastis, Petani Terimbas Penurunan Daya Beli

Indonesiaraja.com,Seluma- Jengkol, salah satu komoditi yang cukup banyak dikembangkan masyarakat Kabupaten Seluma, kini mengalami penurunan harga yang signifikan. Pada pertengahan Desember 2024 lalu, harga jengkol sempat menyentuh angka Rp 30.000 per kilogram. Namun, harga tersebut kini turun tajam menjadi hanya Rp 15.000 per kilogram, Senin (20/01/2025).

Sukardi, seorang tauke (pengusaha) jengkol yang beroperasi di Desa Pagar Agung, Kecamatan Seluma Barat, membenarkan penurunan harga ini. Menurutnya, harga jengkol yang sebelumnya tembus di angka Rp 30.000 per kilogram, kemudian turun menjadi Rp 18.000, dan kini kembali anjlok menjadi Rp 15.000 per kilogram.

"Pertengahan Desember lalu harga jengkol ini sempat menyentuh Rp 30.000 per kilogram, namun sekarang harga jengkol terjun bebas menjadi Rp 15.000 per kilogram," kata Sukardi.

Menurut Sukardi, turunnya harga jengkol ini disebabkan oleh melimpahnya stok jengkol yang tersedia di pasar, sementara daya beli konsumen atau pemesan mengalami penurunan. 

"Penyebab utama turunnya harga ini adalah karena daya beli masyarakat yang menurun. Termasuk pemesan yang biasa membeli dalam jumlah besar, semuanya menurun. Sehingga mau tidak mau harga turun tajam akibat berkurangnya daya beli ini," jelas Sukardi.

Selain dijual ke masyarakat lokal, Sukardi juga memasarkan jengkol ke berbagai daerah, termasuk Sumatera Barat dan Jakarta. Meskipun permintaan dari daerah-daerah tersebut turut menurun, namun dia tetap berharap agar harga jengkol kembali stabil agar para petani tidak terlalu terimbas oleh penurunan harga ini.

"Saya menjual jengkol yang saya beli dari petani ke Padang dan Jakarta, namun permintaannya juga menurun. Kami berharap harga dapat segera stabil," tambah Sukardi.

Dengan turunnya harga jengkol yang cukup signifikan, petani di Kabupaten Seluma pun terpaksa harus menurunkan harga jual mereka, yang tentunya berdampak pada penghasilan mereka. Masyarakat berharap ada perhatian lebih dari pemerintah daerah untuk mencari solusi agar harga jengkol bisa stabil dan mendukung kesejahteraan petani setempat.

 

Reporter : Hanny Try

Editor : Sherly Mevitasari