Skip to main content
x
Kampung cina di Bengkulu, Rabu 29/01/2025 (Foto:Hanny)/Indonesiaraja.com

Kampung Cina di Teluk Segara, Cerita Kejayaan yang Perlahan Memudar

Indonesiaraja.com,Bengkulu- Di balik gemerlap lampion dan ornamen khas Tionghoa yang menghiasi Jalan DI Panjaitan, Kecamatan Teluk Segara, Kota Bengkulu, tersimpan kisah sejarah panjang yang kini perlahan memudar, Rabu (29/01/2025).

Kampung Cina, yang dulunya menjadi pusat ekonomi dan budaya Tionghoa di Bengkulu, kini tak lagi seramai masa lalu.

Budayawan Bengkulu, Agus Setiyanto, menyebutkan bahwa Kampung Cina memiliki peran penting dalam sejarah komunitas Tionghoa di Bengkulu. Kampung ini dulunya berkembang pesat dengan kontribusi signifikan dari orang-orang Tionghoa yang datang sebagai perantau. Mereka dikenal karena sifat ulet dan ketekunan dalam membangun perekonomian, meskipun jarang terlibat dalam sektor pertanian.

“Mereka datang ke Bengkulu dan dengan tekun membangun ekonomi melalui perdagangan dan bisnis. Kampung ini kemudian dikenal luas sebagai Kampung Cina,” jelas Agus.

Menurut Agus, di masa lalu, Kampung Cina menjadi pusat perdagangan yang sangat hidup. Di era Presiden Soekarno, kawasan ini bahkan menjadi titik fokus aktivitas ekonomi, dengan banyak toko dan usaha yang berkontribusi pada perekonomian Bengkulu.

Namun, seiring berjalannya waktu, kejayaan Kampung Cina mulai memudar. Banyak generasi penerus yang memilih untuk melanjutkan pendidikan atau mengembangkan karir di luar Bengkulu, bahkan ada yang pergi ke luar negeri. Akibatnya, kampung yang dulunya ramai kini semakin sepi, terutama setelah orang-orang tua dari generasi awal berpulang.

“Ketika orang tua mulai menua dan tidak ada lagi yang melanjutkan usaha mereka, Kampung Cina menjadi semakin sunyi dan kehilangan identitasnya,” ujar Agus.

Meski demikian, Agus berharap ada upaya untuk menghidupkan kembali Kampung Cina sebagai destinasi budaya dan ekonomi. Ia menyarankan pengembangan kuliner khas Tionghoa yang dapat menarik wisatawan, sebagai salah satu cara untuk mengembalikan daya tarik kawasan ini.

“Revitalisasi Kampung Cina bisa dimulai dengan menggali potensi kuliner Tionghoa. Dengan kerja sama dari berbagai pihak, kampung ini dapat kembali hidup dan menjadi destinasi yang menarik,” tutup Agus.

Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan Kampung Cina bisa kembali menjadi jantung budaya dan perekonomian Bengkulu yang bersejarah.

 

Reporter : Hanny Try

Editor : Sherly Mevitasari