Skip to main content
x
kegiatan kemah menulis dan membaca puisi, Kamis 5/12/24 (Foto:Hanny)

Kantor Bahasa Bengkulu Kembali Gelar Kemah Menulis dan Membaca Puisi

Indonesiaraja.com, Bengkulu - Setelah sukses mengadakan kemah menulis cerpen, Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu, yang berada di bawah naungan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, kembali menggelar kegiatan kemah menulis dan membaca puisi pada 5 Desember 2024.

Kegiatan ini menjadi istimewa karena puisi yang ditulis dan dibacakan menggunakan bahasa daerah, yakni bahasa Rejang dan bahasa Bengkulu. Inisiatif ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan menulis dan membaca puisi para peserta, tetapi juga sebagai langkah penting dalam pelestarian bahasa daerah, yang merupakan bagian dari kekayaan budaya Provinsi Bengkulu.

Adapun narasumber kemah puisi ini adalah Firmansyah, yang akan menyampaikan materi tentang mengenal dasar-dasar puisi, Handri Yanto, yang akan menyampaikan materi tentang Mengeksplorasi Bahasa Daerah dan kearifan lokal sebagai inspirasi penulisan puisi, dan Adnan Wiliansyah, yang akan menyampaikan materi tentang teknik dasar membaca puisi.

Melalui kegiatan ini, diharapkan generasi muda semakin menghargai dan mencintai bahasa serta budaya lokal, sekaligus mampu menjadikannya medium kreatif untuk berekspresi.

Kegiatan kemah menulis dan membaca puisi ini merupakan tindak lanjut dari Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Provinsi Bengkulu Tahun 2024, yang telah sukses diselenggarakan pada 13—15 November 2024. Kegiatan ini juga menjadi bentuk apresiasi kepada para peserta lomba menulis dan membaca puisi berbahasa daerah dalam rangkaian FTBI.

Salah satu target utama kegiatan ini adalah menghasilkan Antologi Puisi Berbahasa Daerah Rejang dan Bengkulu, yang diharapkan dapat memperkaya koleksi karya sastra di Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu sekaligus menjadi warisan budaya yang bernilai.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu, Dwi Laily Sukmawati, yang menekankan bahwa puisi adalah salah satu media kreatif yang efektif dalam melestarikan bahasa ibu. 

"Melalui kegiatan ini diharapkan generasi muda dapat mengenali, menghargai, dan merawat bahasa daerah mereka," Ujarnya. 

Kegiatan ini mengajari para peserta untuk belajar menulis puisi dan mendapati pelatihan langsung dari ahlinya dan dapat belajar teknik membaca puisi dengan penuh penghayatan. 

Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan apresiasi dan kemampuan peserta dalam mendalami seni sastra, khususnya yang berakar pada budaya lokal.

Ketua KKLP Pemodernan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu, Riqqah Dhiya Ramadhanty, mengungkapkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 40 peserta dari 10 kabupaten/kota. Peserta terdiri atas 35 siswa SD sebagai perwakilan dari masing-masing daerah, serta 5 pendamping yang turut mendukung pelaksanaan kegiatan.

"Ada 40 peserta yang terdiri dari 10 Kabupaten/kota, 35 siswa dari Sekolah Dasar, serta 5 lainnya yang mendukung pelaksanaan kegiatan," Ujar Riqqah

Kegiatan Kemah Menulis dan Membaca Puisi Berbahasa Rejang dan Bengkulu Tunas Bahasa Ibu Provinsi Bengkulu Tahun 2024 ini dilaksanakan agar tujuan revitalisasi bahasa daerah untuk membuat para penutur muda menjadi penutur aktif bahasa daerah dan mempelajari bahasa daerah. 

Menjaga kelangsungan hidup bahasa dan sastra daerah, menciptakan ruang kreativitas dan kemerdekaan bagi para penutur bahasa daerah untuk mempertahankan bahasanya dan menemukan fungsi dan rumah baru dari sebuah bahasa dan sastra daerah dapat terlaksana sesuai harapan.

 

 

 

 

 

Reporter : Hanny Try 

Editor : Shelry Mevitasari