Lebih dari 818 hektare area hutan dan lahan terbakar di wilayah Provinsi Riau
Indonesiaraja.com, Riau - Selama 1 Januari hingga 10 Juli 2023 sudah lebih dari 818 hektare area hutan dan lahan terbakar di wilayah Provinsi Riau, demikian data pemprov setempat. Area hutan dan lahan yang terbakar selama periode itu tersebar di Bengkalis (337,48 ha), Dumai (100,57 ha), Indragiri Hilir (47,57 ha), Indragiri Hulu (24,80 ha), Kampar (46,99 ha), Meranti (12,75 ha), Kuantan Singingi (2 ha), Pelalawan (37,18 ha), Rokan Hilir (135,5 ha), Rokan Hulu (35,5 ha), Siak (22,35 ha), dan Pekanbaru (18,5 ha).
"Saya imbau masyarakat jangan lagi membakar hutan jika ingin membuka lahan baru untuk perkebunan, karena banyak merugikan masyarakat. Apalagi Provinsi Riau tahun ini masuk dalam kategori kemarau kering, sehingga lahan gampang terbakar," kata Gubernur Riau Syamsuar di Pekanbaru, Selasa.
Gubernur meminta para camat mengoptimalkan kinerja dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan, termasuk menyampaikan penyuluhan kepada masyarakat agar tidak membakar dalam rangka membuka lahan.
"Saya yakin bapak-bapak camat bisa bekerja maksimal memberi penyuluhan kepada masyarakat agar tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan yang hebat," ucapnya.
Kepala BPBD Provinsi Riau Edy Afrizal mengatakan pemerintah terus berupaya menekan risiko kebakaran hutan dan lahan, termasuk mengajukan permintaan dukungan untuk menerapkan teknologi modifikasi cuaca (TMC) atau hujan buatan ke pemerintah pusat.
"Kami sudah mengajukan TMC ke pusat. Saat ini masih menunggu info dari BNPB karena pesawat BNPB untuk melakukan TMC itu terbatas," tuturnya.
Reporter : Erin Andini
Editor : Alma
- 250084 views
