Lemea Khas Rejang, Miliki Sensasi Aroma Khas
Indonesiaraja.com, Bengkulu - Lema adalah sebuah nama makanan khas suku Rejang. Komposisinya terdiri dari rebung yang dicincang-cincang, kemudian dicampur ikan mujair atau sepat.
Lemea memang memiliki karakteristik unik yang membedakannya dari rebung muda biasa. Proses fermentasi yang dilakukan memberikan rasa asam dan aroma khas yang mungkin tidak disukai semua orang, tetapi banyak penggemar kuliner yang menghargai keunikan tersebut.
Selain itu, sensasi gas yang muncul bisa menambah pengalaman rasa saat menikmatinya. Biasanya, lemea digunakan dalam berbagai masakan atau sebagai bahan pelengkap yang memberikan sentuhan berbeda
Salah seorang pengrajin Lemea di Lebong adalah Sepian. Ia telah lama menjadi pembuat Lemea untuk dijual di pasar. Lemea yang dijual mulai dari Lemea original atau hanya fermentasi rebung muda sampai Lemea dengan fermentasi ikan putih atau ikan air tawar.
"lebih sering yang gak pakai apa apa, kalau yang pakai ikan itu baunya lebih menyengat banyak yang kurang suka" ujar Sepian(18/10/2024).
Lemea umumnya ditumis dan di sambal. Namun juga banyak yang memasaknya dengan campuran kuah dan sedikit santan.
Lemea bukan hanya bisa ditemukan di Lebong namun juga di semua wilayah persebaran suku Rejang, seperti Rejang Lebong, Kepahiyang, Bengkulu Utara dan Bengkulu Tengah.
Adapun bau lemea hampir mirip dengan bau terasi, bahkan lebih menyengat lagi. Sebagian orang enggan mengkonsumsinya karena alasan bau menyengat itu.
Reporter : Hanny Try
Editor : Sherly Mevitasari
- 250010 views
