Skip to main content
x
Sosok Fatmawati, Puteri Bengkulu, Penjahit Bendera Merah Putih di Bengkulu, Selasa 31/12/2024 (Foto:Hanny)/Indonesiaraja.com

Mengenal Sosok Fatmawati, Puteri Bengkulu, Penjahit Bendera Merah Putih

Indonesiaraja.com,Bengkulu - Fatmawati Soekarno adalah sosok yang sangat penting dalam sejarah Indonesia, terutama dalam konteks perjuangan kemerdekaan dan masa-masa awal Republik Indonesia, Selasa (31/12/2024).

Fatmawati dilahirkan pada tanggal 5 Februari 1923 di Bengkulu dengan nama asli Fatimah. Ia berasal dari keluarga Muhammadiyah yang taat, dan ayahnya, Hassan Din, adalah seorang tokoh Muhammadiyah di Bengkulu. Sejak kecil, Fatmawati dikenal sebagai seorang yang cerdas dan memiliki kepribadian yang kuat.

Fatmawati bertemu dengan Soekarno saat Soekarno diasingkan oleh pemerintah kolonial Belanda ke Bengkulu pada tahun 1938. Fatmawati yang masih muda, ketika itu, menjadi dekat dengan Soekarno, yang saat itu sudah menjadi tokoh pergerakan nasional yang terkenal. Hubungan ini berkembang menjadi cinta, dan akhirnya mereka menikah pada tahun 1943.

Setelah proklamasi kemerdekaan pada tahun 1945, Fatmawati menjadi Ibu Negara pertama Republik Indonesia. Sebagai istri dari Presiden pertama Indonesia, ia memegang peran penting dalam berbagai kegiatan kenegaraan dan sosial. Fatmawati sering terlihat mendampingi Soekarno dalam acara-acara resmi dan memiliki peran dalam berbagai kegiatan kemanusiaan dan sosial.

Salah satu peran paling bersejarah yang dijalankan Fatmawati adalah menjahit Bendera Pusaka Merah Putih yang dikibarkan pada saat Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Tindakan ini menjadikannya sebagai simbol perjuangan perempuan dalam sejarah Indonesia.

Selain peran publiknya, Fatmawati juga seorang ibu yang membesarkan lima anaknya bersama Soekarno: Guntur, Megawati, Rachmawati, Sukmawati, dan Guruh Soekarnoputra. Beberapa anaknya, termasuk Megawati Soekarnoputri, kemudian menjadi tokoh politik yang berpengaruh di Indonesia.

Meskipun Fatmawati adalah istri dari Presiden, ia mengalami banyak kesulitan dan penderitaan, terutama saat Soekarno menikah lagi dengan wanita lain. Hal ini menyebabkan ketegangan dalam hubungan mereka, dan akhirnya Fatmawati memilih untuk tidak tinggal di istana.

Fatmawati meninggal dunia pada tanggal 14 Mei 1980 di Kuala Lumpur, Malaysia, akibat serangan jantung. Ia dimakamkan di Karet Bivak, Jakarta, dengan penghormatan yang tinggi sebagai pahlawan nasional. Hingga saat ini, Fatmawati dikenang sebagai seorang pahlawan yang berperan besar dalam sejarah Indonesia, baik melalui kontribusinya dalam perjuangan kemerdekaan maupun sebagai Ibu Negara.

Fatmawati Soekarno adalah simbol keteguhan dan pengabdian seorang perempuan kepada bangsa dan negaranya, serta inspirasi bagi banyak generasi di Indonesia.

 

Penulis : Hanny Try 

Editor : Sherly Mevitasari