Meriam Honisuit, Peninggalan Sejarah Jepang di Bengkulu Selatan, Jadi Daya Tarik Wisata
Indonesiaraja.com,Bengkulu Selatan- Meriam Honisuit, sebuah senjata buatan Inggris yang digunakan oleh tentara Jepang pada masa penjajahan, kini menjadi salah satu peninggalan sejarah yang bisa ditemukan di pusat Kota Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan. Meriam ini awalnya dibawa oleh tentara Jepang pada tahun 1942 untuk menjaga garis pantai Bengkulu Selatan dari ancaman musuh, khususnya selama masa Perang Dunia II, Sabtu (11/01/2025).
Meriam Honisuit memiliki panjang laras sekitar 3,4 meter, dengan bobot mencapai 2,2 ton dan kaliber 19 cm. Laras meriam ini dikenal dengan nama B.L.O. In-Vire. Sebelum dipindahkan ke lokasi saat ini, meriam ini terletak di belakang Kantor DPRD Kabupaten Bengkulu Selatan, yang sekarang menjadi Taman Remaja, sebuah tempat wisata yang populer di kalangan masyarakat setempat.
Pada 10 Januari 2008, meriam Honisuit dipindahkan ke Bundaran Jalan Raya Padang Panjang, Kota Manna, berdasarkan kesepakatan antara Dinas Purbakala Provinsi Jambi dan Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkulu Selatan. Lokasi baru ini berdekatan dengan Kantor Bupati Kabupaten Bengkulu Selatan.
Selain menjadi saksi bisu sejarah perjuangan, meriam Honisuit kini juga menjadi tempat bersantai bagi masyarakat, khususnya remaja, yang sering menghabiskan waktu sore di sekitar meriam tersebut. Tak jarang, pengunjung juga memanfaatkan momen untuk berfoto di dekat meriam yang megah ini.
Dedi Wiranata (26), salah satu pengunjung meriam Honisuit, menyebutkan bahwa keberadaan meriam ini sangat berarti, baik sebagai situs bersejarah maupun sebagai daya tarik wisata.
"Meriam ini sangat besar dan penuh sejarah, jadi sangat baik jika Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan terus menjaga keberadaannya," ujarnya.
Dedi juga menambahkan bahwa meriam ini dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan, yang dapat membantu meningkatkan sektor pariwisata di Kabupaten Bengkulu Selatan.
Keberadaan meriam Honisuit di Kota Manna menjadi simbol sejarah yang tak ternilai harganya, sekaligus menjadi ikon wisata yang memperkaya warisan budaya dan sejarah di Bengkulu Selatan. Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan diharapkan dapat terus merawat dan melestarikan meriam ini agar generasi mendatang dapat mengenal lebih jauh sejarah perjuangan bangsa.
Reporter : Hanny Try
Editor : Sherly Mevitasari
- 250140 views
