Skip to main content
x
peredaran uang palsu dari pembeli, Kamis 28/11/24 (Foto:Hanny)

Pedagang Temukan Peredaran Uang Palsu

Indonesiaraja.com, Bengkulu - Pemilik toko makanan dan petshop kawasan Skip, Kota Bengkulu, Lien menemukan peredaran uang palsu dari pembeli, kejadian ini terjadi pada Selasa 28/11/24.  

Peristiwa tersebut terjadi ketika orang tuanya yang sudah lanjut usia menjaga toko pada sore hari. Diduga, pelaku memanfaatkan situasi tersebut. Saat malam hari, setelah menghitung hasil penjualan, Lien menyadari bahwa salah satu pecahan Rp100.000 berbeda dari yang lainnya.

Lien menjelaskan bahwa uang tersebut terasa kasar saat disentuh dan memiliki printing yang buruk. Dalam kondisi terang dan teliti, ia mengungkapkan bahwa sangat mudah untuk mendeteksi uang tersebut sebagai uang palsu.

"Kita baru sadar bahwa uang yang diberikan oleh pembeli itu adalah uang palsu, Kalau diterawang gak ada benang emas, tapi gambar pahlawan ada, terus agak tebal seperti uang mainan" Ujarnya Kamis 28/11/24.

Setelah mengetahui adanya uang palsu ini, ia langsung meriksa CCTV toko, Namun pada hari itu yang melakukan transaksi cukup banyak yang menggunakan uang Rp100.000 sehingga susah untuk dilacak.

"Kami sudah periksa CCTV toko tapi agak banyak hari itu yang bayar pakai duit Rp100.000, jadi sulit dilacak," jelas lien. 

Setelah menyadari bahwa uang tersebut palsu, Lien memutuskan untuk menaruh uang Rp100.000 tersebut di tokonya dan memberinya label "uang palsu". 

Dengan cara ini, ia berharap agar toko dan masyarakat sekitar lebih berhati-hati dalam menerima uang, terutama pecahan besar. Lien juga menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap peredaran uang palsu agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

"Takutnya kalau toko kami bukan satu-satunya korban, ada toko-toko lain. Bisa jadi orang memang sengaja atau bisa juga yang bayar ini gak sadar kalau yang ini ternyata palsu, jadi saya juga nggak bisa spekulasi, kedepan akan lebih hati-hati saja" kata Lien.

 

 

 

 

 

Reporter : Hanny Try 

Editor : Sherly Mevitasari