Skip to main content
x
Kepala BPBD Kota Bengkulu, Will Hopi, di Bengkulu, Kamis 13/02/2025 (Foto:Hanny)/Indonesiaraja.com

Pembangunan Command Center BPBD Kota Bengkulu Ditargetkan Selesai April 2025

Indonesiaraja.com,Bengkulu-- Pembangunan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) atau Command Center yang terletak di samping kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu sedang dilaksanakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). 

Proyek ini merupakan bagian dari Indonesia Disaster Resilience Initiatives Project (IDRIP), sebuah inisiatif kerjasama antara Pemerintah Republik Indonesia dan Bank Dunia.

Menurut Kepala BPBD Kota Bengkulu, Will Hopi, pembangunan Command Center ini diharapkan selesai pada bulan April mendatang. 

“Iya, insya Allah bulan April selesai dan dapat kita gunakan,” ujar Will Hopi pada Kamis (13/02/2025).

Pembangunan pusat pengendalian ini sangat penting mengingat Kota Bengkulu merupakan wilayah yang rawan terhadap berbagai jenis bencana seperti gempa bumi, tsunami, tanah longsor, dan banjir. Dengan adanya Command Center, BPBD akan memiliki fasilitas yang lebih lengkap untuk memantau dan mengkoordinasikan penanggulangan bencana secara lebih efisien.

Melalui kerjasama antara Bank Dunia, BNPB, dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pembangunan ini bertujuan untuk meningkatkan ketangguhan Indonesia dalam menghadapi potensi risiko bencana, terutama tsunami.

Command Center BPBD Kota Bengkulu akan berfungsi sebagai pusat pengendalian dan koordinasi saat terjadi situasi darurat. Fasilitas ini memungkinkan pengumpulan, pemantauan, serta analisis informasi terkait cuaca, kejadian bencana, serta pergerakan personel dan logistik. Selain itu, Command Center juga berperan penting dalam koordinasi operasional dengan mengatur komunikasi antar unit, menyebarkan personel dan sumber daya, serta memantau perkembangan situasi secara real-time.

Harapannya, dengan adanya fasilitas ini, BPBD Kota Bengkulu dapat lebih siap dalam menangani berbagai ancaman bencana dengan lebih terstruktur dan tepat waktu.

 

Reporter : Hanny Try

Editor : Sherly Mevitasari