Skip to main content
x
Kerbau penyakit ngorok atau Septicaemia Epizootica, Sabtu 04/01/2025 (Foto:Hanny)/Indonesiaraja.com

Penyakit Ngorok Serang Ternak di Kabupaten Kaur, 172 Ekor Sapi dan Kerbau Mati

Indonesiaraja.com,Kaur- Hingga akhir tahun 2024, Dinas Pertanian Kabupaten Kaur mencatatkan sebanyak 172 ekor sapi dan kerbau mati akibat serangan penyakit ngorok atau Septicaemia Epizootica (SE), Sabtu (04/01/2025).

Penyakit yang menyerang saluran pernapasan dan sistem tubuh lainnya ini menambah kerugian besar bagi para peternak di wilayah tersebut.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Kaur, drh. Rakhmad Fajar, menjelaskan bahwa penyakit ngorok terutama menyerang sapi, dengan tingkat kematian mencapai 90 persen pada ternak yang terinfeksi.

 Ia menambahkan bahwa meskipun daging dari ternak yang terjangkit masih dapat dikonsumsi, harga jualnya akan jauh lebih rendah dibandingkan dengan sapi yang sehat. Hal ini menyebabkan kerugian ekonomi yang cukup signifikan bagi peternak.

"Tahun 2024 ini kerugian akibat penyakit ngorok diperkirakan mencapai Rp1,7 miliar. Banyak peternak yang harus menghadapi kerugian besar karena sapi mereka mati atau harga jualnya menurun," ujar Rakhmad.

Penyebaran penyakit ngorok ini cukup cepat, sementara vaksinasi terhadap ternak masih harus dipercepat. Rakhmad menjelaskan bahwa hingga awal tahun 2025, Dinas Pertanian Kaur baru berhasil menyalurkan sekitar 2.000 dosis vaksin untuk ternak yang terjangkit. Dengan total populasi sapi dan kerbau di Kabupaten Kaur yang mencapai 8.000 ekor, sekitar 6.000 ekor ternak lainnya masih berisiko terinfeksi dan belum mendapatkan vaksin.

Untuk itu, Dinas Pertanian Kabupaten Kaur telah mengajukan permintaan bantuan vaksin sebanyak 2.000 dosis lagi ke Pemerintah Provinsi Bengkulu, dengan harapan vaksin tersebut dapat tiba paling lambat pada awal Februari 2025.

"Vaksinasi harus segera dilakukan, karena jika terlambat akan ada lebih banyak ternak yang terinfeksi. Proses penyuntikan vaksin memang memerlukan waktu, apalagi masih ada sebagian peternak yang enggan untuk vaksinasi," ungkap Rakhmad.

Penyakit ngorok adalah penyakit menular yang sering menyerang ternak seperti sapi dan kerbau. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Pasteurella multocida yang menyerang saluran pernapasan dan sistem tubuh lain pada hewan ternak. Gejala awal biasanya berupa demam, kesulitan bernapas, dan batuk. Jika tidak segera ditangani, penyakit ini dapat menyebabkan kematian pada ternak, terutama jika ternak tersebut belum memiliki daya tahan tubuh yang cukup.

Penyakit ngorok biasanya muncul lebih sering pada musim hujan, di mana kondisi lingkungan yang lembab meningkatkan risiko penyebaran bakteri penyebab penyakit ini. Oleh karena itu, vaksinasi dan pengendalian penyakit menjadi langkah penting dalam mencegah penyebaran lebih lanjut.

Dinas Pertanian Kabupaten Kaur menargetkan bahwa sebelum pertengahan tahun 2025, seluruh ternak sapi dan kerbau di wilayah tersebut akan divaksinasi, sehingga penyakit ngorok tidak akan lagi menyebar. Rakhmad berharap dengan dukungan vaksin yang cepat turun, peternak dapat mengurangi kerugian dan menjaga kesehatan ternak mereka.

"Vaksinasi ini penting, dan kami berharap bantuan vaksin dari Pemprov Bengkulu dapat segera datang. Semakin cepat vaksinasi dilakukan, semakin cepat kita bisa mengendalikan penyebaran penyakit ngorok," tutup Rakhmad.

Dengan vaksinasi yang lebih cepat dan masif, diharapkan wabah penyakit ngorok ini dapat dikendalikan, dan peternak di Kabupaten Kaur dapat mengurangi kerugian serta melindungi ternak mereka dari infeksi lebih lanjut.

 

Reporter: Hanny Try
Editor: Sherly Mevitasari