Skip to main content
x
Sejumlah petani di Kabupaten Mukomuko menunda untuk menanam padi karena bendungan Irigasi Air Dikit Kecil yang jebol belum diperbaiki, Sabtu 18/01/2025 (Foto:Hanny)/Indonesiaraja.com

Petani di Desa Penarik Terpaksa Tunda Tanam Padi Akibat Bendungan Irigasi Jebol

Indonesiaraja.com,Mukomuko- Sejumlah petani di Desa Penarik, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, terpaksa menunda untuk menanam padi karena bendungan Irigasi Air Dikit Kecil yang jebol akibat banjir belum diperbaiki hingga kini, Sabtu (18/01/2025).

Sudianto, salah seorang petani di Desa Penarik, mengungkapkan bahwa para petani di wilayahnya sudah merencanakan untuk menanam padi pada bulan Januari 2025, namun kondisi irigasi yang rusak menyebabkan mereka gagal melaksanakan rencana tersebut. 

"Kami mau turun sawah, tetapi irigasi masih jebol akibat banjir yang terjadi sejak 20 hari yang lalu," ujar Sudianto.

Sebagian besar petani di Desa Penarik bergantung pada Irigasi Air Dikit Kecil untuk mengairi sawah mereka yang memiliki luas sekitar lima hektare. Sebelumnya, wilayah ini dikenal sebagai area penghasil padi, namun kini sebagian besar sawah tersebut sudah beralih fungsi menjadi kebun kelapa sawit. Meskipun demikian, petani yang masih mengandalkan sawah berharap agar irigasi segera diperbaiki, agar mereka bisa melanjutkan aktivitas pertanian mereka.

Petani di wilayah ini biasanya menanam padi sebanyak tiga kali dalam setahun, dengan panen terakhir terjadi pada November 2024 sebelum bendungan Irigasi Air Dikit Kecil jebol. Sudianto menyampaikan kekhawatirannya bahwa jika perbaikan tidak segera dilakukan, maka sawah-sawah tersebut bisa beralih fungsi menjadi kebun kelapa sawit secara permanen.

Pihak petani sudah menyampaikan masalah ini kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Mukomuko, dengan harapan agar irigasi segera diperbaiki. 

"Kami minta kepada Dinas PUPR untuk memperbaiki irigasi yang jebol agar petani bisa menanam padi pada bulan Januari ini. Kalau sekarang sawah tidak bisa diairi karena bendungan rusak," pungkas Sudianto.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Dinas PUPR Mukomuko mengenai langkah perbaikan yang akan dilakukan terkait kerusakan bendungan tersebut.

 

Reporter : Hanny Try

Editor : Sherly Mevitasari