Skip to main content
x
Kelapa sawit di Kabupaten Bengkulu Selatan, Senin 27/01/2025 (Foto:Hanny)/Indonesiaraja.com

Petani Sawit di BS Mengeluh Penurunan Hasil Panen dan Harga TBS yang Terus Merosot

Indonesiaraja.com,Bengkulu Selatan- Petani sawit di Kabupaten Bengkulu Selatan kini tengah menghadapi masa sulit. Selain terjadinya penurunan hasil panen, berkurangnya intensitas hujan, harga jual Tandan Buah Segar (TBS) di tingkat pengepul juga mengalami penurunan drastis, Senin (27/01/2025).

Berkurangnya hujan membuat pemasakan buah sawit terganggu, sehingga hasil panen yang didapat petani jauh lebih sedikit dibandingkan biasanya. 

“Cuaca yang tidak menentu membuat buah sawit tidak bisa matang sempurna, sehingga panen kami berkurang banyak,” ujar salah seorang petani sawit Sarin.

Di tengah penurunan hasil panen ini, harga TBS di tingkat pengepul justru ikut turun harga TBS per kilogram hanya mencapai Rp2.200, jauh lebih rendah dibandingkan sebelumnya. Para pengepul menjelaskan, penurunan harga ini disebabkan oleh turunnya harga beli TBS di pabrik.

“Sebulan lalu harga TBS di pabrik masih tembus Rp2.700, tapi sekarang hanya Rp2.450. Kami sebagai pengepul terpaksa menurunkan harga beli TBS petani,” ungkap Dedet (46), seorang pengepul asal Pino Raya. 

Dedet menambahkan, meskipun pihaknya berusaha menjaga selisih harga yang wajar antara pabrik dan petani, biaya operasional seperti BBM dan angkutan mobil tetap harus diperhitungkan. 

“Keuntungan yang kami ambil paling bersih hanya Rp1 per kilogram, tetapi yang paling penting adalah jumlah TBS yang kami beli dari petani dan kepuasan pelanggan,” jelas Dedet.

Maman (42), pengepul lainnya, juga mengungkapkan kekhawatirannya atas dampak penurunan harga TBS terhadap ekonomi masyarakat Bengkulu Selatan. 

"Sawit menjadi sumber penghidupan banyak keluarga di sini, jadi penurunan harga ini sangat mempengaruhi ekonomi masyarakat. Saya khawatir jika harga terus turun sampai Rp2.000 per kilogram, bisa terjadi krisis ekonomi di wilayah ini," ujarnya.

Penurunan harga TBS yang disertai dengan berkurangnya hasil panen ini semakin memperburuk kondisi para petani sawit dan pengepul di Bengkulu Selatan. Mereka berharap harga TBS dapat segera stabil kembali untuk menjaga kesejahteraan ekonomi masyarakat yang sangat bergantung pada komoditas sawit.

 

Reporter : Hanny Try

Editor : Sherly Mevitasari