Peternak Sapi di Bengkulu Selatan Cemas Menghadapi Potensi Penyebaran PMK
Indonesiaraja.com,Bengkulu Selatan- Salah satu peternak sapi di Kabupaten Bengkulu Selatan, Sepurudin (68), menyampaikan kekhawatirannya terkait dengan penyebaran Virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang telah memasuki daerah lain. Meskipun hingga kini belum ada laporan mengenai hewan ternak yang terjangkit PMK di Bengkulu Selatan, Sepurudin tetap waspada dan berusaha melakukan berbagai langkah pencegahan, Sabtu (11/01/2025).
“Saya harap penyakit PMK tidak menyerang hewan ternak, khususnya di Bengkulu Selatan,” ungkap Sepurudin yang saat ini memiliki 12 ekor sapi.
Untuk mengantisipasi penyakit ini, Sepurudin rutin menjaga kebersihan kandang, memberikan pakan ternak yang segar dan higienis, serta memastikan sapi-sapinya mendapatkan vaksinasi.
"Sudah ada beberapa yang divaksin, tapi masih banyak ternak di Kecamatan Pino yang belum mendapatkan vaksin. Namun, saya terus menjaga kesehatan hewan dan membersihkan kandang untuk mengurangi risiko PMK," tambahnya.
Sepurudin juga berharap pemerintah lebih intensif dalam memberikan sosialisasi terkait penyakit hewan, termasuk PMK, agar para peternak dapat lebih waspada dan mengetahui cara mencegah penularan penyakit tersebut. Ia menekankan bahwa jika satu hewan ternak terjangkit PMK, kemungkinan besar penyakit tersebut bisa menyebar ke ternak lainnya.
Menanggapi kekhawatiran ini, Dinas Pertanian Kabupaten Bengkulu Selatan melalui Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, Ikat Maulana, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan sosialisasi mengenai bahaya PMK kepada para peternak di wilayah tersebut.
“Melihat penyebaran wabah PMK di provinsi lain, kita di Provinsi Bengkulu, khususnya di Bengkulu Selatan, juga sudah mengantisipasi dan melakukan pencegahan terhadap PMK,” ujar Ikat.
Ikat juga menjelaskan gejala klinis hewan yang terinfeksi PMK, seperti demam tinggi, lepuh dan bisul pada mulut, lidah, hidung, serta lesi pada kuku dan puting. Gejala lainnya termasuk lesu, hilangnya nafsu makan, penurunan produksi susu pada betina, dan salivasi berlebihan atau air liur yang berbusa.
“Bagi peternak yang mendapati hewan ternaknya menunjukkan gejala-gejala tersebut, kami sarankan untuk segera menghubungi kami agar bisa dilakukan pengobatan,” lanjut Ikat.
Pencegahan PMK dilakukan dengan cara memisahkan hewan yang sakit, tidak menjual atau membeli hewan ternak yang terjangkit, serta melaporkan pembelian hewan dari luar provinsi kepada petugas PPK atau dokter hewan. Selain itu, menjaga kebersihan kandang dan peralatan ternak juga sangat penting.
“Sejauh ini, belum ada laporan PMK yang menyerang ternak masyarakat di Bengkulu Selatan. Kami meminta kerjasama peternak untuk menjaga kesehatan ternak mereka dan terus melakukan vaksinasi. Vaksinasi ini gratis dan bisa didapatkan di kantor kami selama jam kerja,” jelas Ikat.
Dengan adanya upaya pencegahan yang intensif dan kerjasama antara peternak dan pemerintah, diharapkan PMK tidak akan menyerang hewan ternak di Bengkulu Selatan.
Reporter : Hanny Try
Editor : Sherly Mevitasari
- 250094 views
