Skip to main content
x
Program makan siang bergizi gratis di Pekanbaru Tertunda, Selasa 07/01/2025 (Foto:Firman)/Indonesiaraja.com

Program Makan Siang Bergizi Gratis di Pekanbaru Tertunda, Siswa Masih Harus Tunggu

Indonesiaraja.com,Riau- Harapan untuk melihat senyum ceria anak-anak yang menikmati hidangan bergizi di sekolah seakan tertunda. Program makan siang bergizi gratis yang telah dinantikan sejak lama oleh para siswa di Pekanbaru, kini harus mengalami penundaan, Selasa (07/01/2025).

Senin kemarin, beberapa sekolah seperti SMPN 16 Pekanbaru, TK Aisyah Bustanul Athfal 1, dan SD Negeri 05 Pekanbaru, yang semula dijadwalkan untuk menerima manfaat dari program ini, ternyata harus menunggu lebih lama. Salah satu faktor utama yang menyebabkan penundaan adalah ketidaklengkapan peralatan dapur yang dibutuhkan untuk penyediaan makanan.

Priyani, Kepala TK Aisyah Bustanul Athfal 1, mengungkapkan bahwa ia telah sangat menantikan program ini, namun mendapatkan kabar bahwa peralatan dapur yang belum lengkap mengakibatkan penundaan yang tidak dapat dipastikan waktunya. 

"Kami menerima pemberitahuan melalui grup WhatsApp bahwa peralatan dapur untuk penyediaan makanan belum lengkap, sehingga program makan siang ini harus ditunda," kata Priyani.

Koordinator Makan Siang Bergizi di SD Negeri 05, Eka Nurul, juga mengonfirmasi hal serupa. 

"Hari ini nggak jadi, informasi dari BGN tadi malam diundur. Sampai kapan, kami juga tidak tahu. Kami masih menunggu informasi lebih lanjut dari BGN," ungkap Eka.

Kepala SMPN 16 Pekanbaru, Endang Sri Jayati, turut menyampaikan harapannya agar program ini segera terlaksana, 

"Kami berharap program ini bisa segera berjalan, agar anak-anak dapat menikmati makanan bergizi yang sehat," jelasnya.

Sementara itu, Ulul Azmi, Wakil Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Pekanbaru, menjelaskan lebih lanjut mengenai kendala yang dihadapi. 

"Peralatan dapur yang belum lengkap menjadi kendala utama. Dapur mandiri yang disediakan BGN di Jalan Teratai masih dalam tahap penyelesaian," jelas Ulul.

Sebanyak 11 sekolah di Kecamatan Sukajadi telah dipilih untuk menjadi pilot project program makan siang bergizi ini. Tiga SMP, enam SD, dan dua TK dengan total 3.306 siswa siap menyambut manfaat dari program tersebut, namun impian mereka harus tertunda.

Sekolah-sekolah yang telah disiapkan antara lain SMP Negeri 16, SMP Negeri 02, SMP Negeri 03, TK Pertiwi, TK Aisyiyah Bustanul Athfal I, SD Negeri 13, SD Negeri 14, SD Negeri 05, SD Negeri 27, SD Negeri 06, dan SD Negeri 15.

Program ini mendapat anggaran yang cukup besar, yaitu sekitar Rp10.000 per porsi untuk setiap siswa. Diharapkan, dengan anggaran yang signifikan ini, program makan siang bergizi dapat memberikan manfaat yang optimal untuk tumbuh kembang anak-anak.

Meskipun penundaan ini cukup mengejutkan, pihak terkait terus berupaya agar program ini dapat segera terlaksana. Semua pihak berharap kendala teknis segera teratasi sehingga anak-anak dapat menikmati hidangan bergizi yang telah lama dinantikan. Program ini diharapkan dapat meningkatkan gizi anak-anak sekolah, sehingga mereka dapat belajar dengan lebih fokus dan optimal. Selain itu, diharapkan juga dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya di bidang kesehatan dan pendidikan.

 

Reporter : Firman Rahmat

Editor : Sherly Mevitasari