Skip to main content
x
Kondisi Proyek Penanganan Kemiskinan Ekstrem, di Desa Bukit Makmur, Kaur, Sabtu 21/12/2024 (Foto:Hanny)/Indonesiaraja.com

Proyek Penanganan Kemiskinan Ekstrem di Desa Bukit Makmur Dikeluhkan, Saluran Air Rusak dan Tidak Maksimal

Indonesiaraja.com,Kaur- Proyek Penanganan Kemiskinan Ekstrem yang dikelola oleh Balai Prasarana Permukiman (BPP) Wilayah Bengkulu di Desa Bukit Makmur, Kecamatan Muara Sahung, Kabupaten Kaur, yang menghabiskan anggaran hingga Rp5,1 miliar, kini menuai keluhan dari masyarakat setempat, Sabtu (21/12/2024).

Salah satu titik utama proyek, yaitu pembangunan saluran air bersih yang diharapkan dapat meningkatkan akses air bagi warga, justru menunjukkan kondisi yang sangat memprihatinkan.

Saluran air yang dirancang untuk menampung dan menyalurkan air menuju reservoir justru terkesan terburu-buru dan kurang layak. Saluran air tersebut, yang seharusnya berfungsi sebagai broncaptering (penangkap/pelindung air), ternyata memiliki ukuran yang sangat kecil dan hanya ditahan dengan kayu dan batu yang ditemukan di sungai, tanpa konstruksi yang memadai.

Terdapat dua unit bendungan yang dibangun, namun keduanya menunjukkan kualitas yang jauh dari harapan. Bendungan pertama menggunakan adukan semen, sedangkan bendungan kedua dibuat secara manual di hulu bendungan pertama. Hal ini tentu saja membuat air yang mengalir ke rumah-rumah warga penerima manfaat tidak maksimal.

Selain masalah pada saluran utama, pipa paralon yang digunakan untuk distribusi air juga banyak yang pecah. Pihak kontraktor hanya melakukan perbaikan seadanya, dengan menggunakan karet dan karung untuk menutupi pipa yang rusak.

Kepala Desa Bukit Makmur, H. M. Zari Aziz, membenarkan bahwa pembangunan saluran air bersih ini jauh dari ekspektasi masyarakat. Meskipun proyek tersebut telah selesai, kenyataannya, banyak warga yang mengaku belum pernah merasakan manfaat dari saluran air tersebut. Beberapa rumah warga bahkan tidak pernah mendapatkan air dari pipa yang telah dipasang.

“Pembangunan saluran air bersih ini jauh dari harapan kami. Banyak rumah yang sampai sekarang tidak mendapatkan air, padahal kami sudah menunggu lama. Kami merasa kecewa dengan kualitas pekerjaan yang ada,” ujar Zari Aziz, Sabtu (21/12/2024).

Lebih lanjut, Zari Aziz mengungkapkan bahwa hingga saat ini, pihak kontraktor atau BPP Wilayah Bengkulu belum melakukan komunikasi atau koordinasi terkait perkembangan proyek. Pihak desa hanya diberitahu bahwa proyek sudah selesai dan masuk dalam tahap pemeliharaan hingga April 2025 mendatang. Masyarakat yang sebelumnya ditunjuk sebagai pengawas proyek bahkan telah menghubungi pihak kontraktor untuk meminta perbaikan terhadap pipa yang pecah, namun tidak ada tanggapan.

"Kami berharap proyek ini bisa diselesaikan dengan baik. Karena anggarannya cukup besar, seharusnya hasilnya bisa lebih maksimal. Kami berharap agar pembangunan ini sesuai dengan yang direncanakan dan bisa memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat," harap Zari Aziz.

Menanggapi keluhan yang beredar, Wakil Ketua II DPRD Kaur, Mardianto, menyatakan bahwa ia telah menerima laporan dan video mengenai kondisi proyek yang kurang memadai. Mardianto mengaku akan turun langsung ke lokasi untuk mengecek kondisi saluran air tersebut pada Senin, 23 Desember 2024.

“Kami akan cek langsung ke lapangan pada Senin nanti. Kalau kondisi proyek memang seperti yang diberitakan, kami akan segera mengambil langkah selanjutnya. Salah satunya adalah melakukan pemanggilan kepada pihak pengelola kegiatan, baik BPP Wilayah Bengkulu maupun kontraktornya,” ujar Mardianto.

Mardianto juga menekankan pentingnya perbaikan segera dilakukan pada saluran air yang rusak, terutama selama masa pemeliharaan proyek hingga April 2025. Hal ini dilakukan agar proyek tersebut bisa berfungsi dengan baik dan tidak menimbulkan protes lebih lanjut dari masyarakat yang seharusnya menerima manfaat.

“Setelah pengecekan, kami akan buat kesimpulan. Jika memang ada yang kurang, kami akan panggil pihak terkait untuk rembuk bersama dan mencari solusi terbaik,” tegas Mardianto.

Masyarakat Desa Bukit Makmur berharap agar proyek yang menggunakan anggaran besar ini dapat segera diperbaiki dan diselesaikan sesuai dengan tujuan awalnya, yaitu untuk mengurangi kemiskinan ekstrem dengan meningkatkan akses terhadap fasilitas dasar seperti air bersih. Mereka juga berharap agar pihak pengelola proyek, baik BPP Wilayah Bengkulu maupun kontraktornya, dapat lebih memperhatikan kualitas pekerjaan dan koordinasi dengan warga.

Dengan adanya perhatian dan tindak lanjut dari DPRD Kaur dan pihak terkait, diharapkan proyek ini dapat segera diperbaiki dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat Bukit Makmur.

 

Reporter : Hanny Try 

Editor : Sherly Meviitasari