Skip to main content
x
Rumah peninggalan Soekarno di Bengkulu, Rabu 9/10/24 (Foto:Hanny)

Rumah Pengasingan Soekarno "Bung Karno House"

Indonesiaraja.com, Bengkulu - Rumah peninggalan Soekarno di Bengkulu adalah rumah yang dikenal sebagai "Bung Karno House". Ini adalah tempat di mana Soekarno, sebagai proklamator dan presiden pertama Republik Indonesia, tinggal selama pengasingannya pada tahun 1938 sampai 1942 akibat perpolitikan di Indonesia saat itu.

Rumah ini memiliki gaya arsitektur yang khas dengan nuansa kolonial Belanda. Bangunannya terbuat dari kayu dan memiliki beberapa ruangan yang masih terjaga keasliannya.

Selama berada di Bengkulu, Soekarno menulis banyak artikel dan karya yang terkait dengan perjuangan kemerdekaan Indonesia. Rumah ini menjadi saksi bisu perjalanan hidupnya di masa pengasingan.

Di dalam rumah, terdapat berbagai barang peninggalan Soekarno, seperti foto, buku, dan barang-barang pribadi lainnya yang memberikan gambaran tentang kehidupannya.

Saat ini, Bung Karno House menjadi salah satu situs sejarah dan objek wisata yang menarik di Bengkulu, sering dikunjungi oleh pelajar dan wisatawan yang ingin mengetahui lebih dalam tentang sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Pemerintah setempat dan beberapa organisasi melakukan upaya untuk menjaga dan merawat bangunan ini agar tetap bisa dilestarikan sebagai warisan sejarah.

Bung Karno menempati rumah tersebut selama kurang lebih 4 tahun hingga 1942. Di sana, Bung Karno sempat tinggal bersama istrinya kala itu, Inggit Garnasih serta anak angkatnya, Ratna Djuami dan Hanafi. Di Bengkulu ini pula Bung Karno disebut mengenal sosok Fatmawati yang kemudian menjadi istrinya pada tahun 1943.

Selama diasingkan di Bengkulu, Bung Karno tetap menunjukkan kegigihannya dalam menyuarakan perjuangan demi kemerdekaan Indonesia. Bung Karno banyak membaca buku, memotivasi masyarakat setempat, merenovasi masjid yang ada di Kelurahan Bajak, hingga membuat grup pertunjukan bernama Monte Carlo

 

 

 

 

Penulis : Hanny Try