Skip to main content
x
sampah yang berserakan membuat suasana kurang nyaman, Sabtu 7/12/24 (Foto:Hanny)

Sampah Berserakan di Turnamen Voli Kapolda Cup, Pengunjung dan Pedagang Keluhkan Kebersihan GOR Sawah Lebar

Indonesiaraja.com, Bengkulu - Turnamen Bola Voli Kapolda Cup yang tengah berlangsung di GOR Sawah Lebar, Kota Bengkulu, menyisakan catatan kurang menyenangkan terkait kebersihan. Sampah yang berserakan di berbagai sudut arena menjadi sorotan para pengunjung dan pedagang di sekitar lokasi. Kondisi ini memicu keluhan dari berbagai pihak, termasuk suporter dan pelaku usaha kecil.

Salah satu suporter, Anisa, mengaku kecewa dengan kondisi tersebut. Ia menyebut bahwa sampah yang berserakan membuat suasana kurang nyaman bagi pengunjung. 

"Kami datang untuk mendukung tim, tetapi melihat sampah di mana-mana membuat suasana kurang menyenangkan, dan dari pihak penyelenggara tidak menyediakan tempat untuk sampah di dalam gedung ini," keluh Anisa. Sabtu 7/12/24

Kondisi serupa juga dirasakan oleh Hana, seorang pedagang kaki lima yang berjualan di sekitar GOR. Ia mengungkapkan bahwa tumpukan sampah bisa berdampak pada minat pengunjung dalam membeli dagangannya. 

"Sampah yang menumpuk bisa menurunkan minat pengunjung untuk membeli dagangan kami," ujarnya dengan nada kecewa.

Sorotan terkait kebersihan ini menjadi perhatian penting bagi semua pihak yang terlibat dalam turnamen. Kebersihan tidak hanya sekadar soal estetika, tetapi juga mencerminkan kualitas penyelenggaraan acara. Banyak pihak berharap penyelenggara dapat segera mengambil langkah tegas untuk mengatasi persoalan ini.

Meski demikian, antusiasme penonton terhadap turnamen Kapolda Cup tidak surut. Suara sorak-sorai pendukung tim tetap bergema di dalam arena. Para penonton berharap kebersihan GOR dapat segera diperbaiki agar suasana pertandingan lebih nyaman dan kondusif.

Langkah konkret dari penyelenggara diharapkan tidak hanya mengatasi persoalan sampah, tetapi juga menciptakan kebiasaan baru bagi pengunjung dan peserta agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan selama turnamen berlangsung.

 

 

 

Reporter : Hanny Try

Editor : Sherly Mevitasari