Skip to main content
x
adanya keberadaan 54 kelompok tersebut, sudah mampu memanimalisir sampah di Kota Bengkulu yang cukup signifikan pada tahun ini, Kamis 16/11/23 (Foto:Alna Saputri)

Sampah Rumah Tangga Cukup Tinggi, Pemprov Bengkulu Akan Kembangkan Bank Sampah

 

Indonesiaraja.com, Bengkulu - Usin Abdisyah Putra Sembiring selaku Inisiator Bank Sampah Sampaikan aspirasi masyarakat yang didapatnya pada saat melakukan reses kemarin yakni meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu mengembangkan Program Bank Sampah sebagai upaya untuk mencegah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) kelebihan kapasitas, Kamis 16/10/23. 

"Ini persoalan yang muncul pada saat kami reses, keluhannya soal sampah, kemudian kapasitas TPA sekarang yang ada di Kota Bengkulu tidak mencukupi lagi untuk menampung sampah. Selanjutnya soal banjir yang ternyata juga salah satunya disebabkan oleh sampah. Ini lah awalnya terbentuk bank sampah," kata Usin Abdisyah Putra Sembiring. 

Program Bank Sampah ini tidak tiba-tiba ada di Bengkulu, program ini diproses sejak tahun 2021.

"Dua tahun yang lalu kami baru memulai dengan memberikan penyadaran-penyadaran ke masyarakat di Kota Bengkulu. Kami buat pilot project 25 kelompok tahun lalu, hingga akhirnya sekarang sudah ada 54 kelompok. Akhir November akan kami deklarasikan dan luncurkan," katanya.

Selain itu, adanya keberadaan 54 kelompok tersebut, sudah mampu memanimalisir sampah di Kota Bengkulu yang cukup signifikan pada tahun ini.

"sekarang sudah ada 1.600 keluarga yang ikut program bank sampah ini. Bayangkan jumlah yang dapat direduksi yang setidaknya 0,2 kilogram masuk ke Program Bank Sampah," ucapnya.

Selain mengurangi sampah di Kota Bengkulu, bank sampah juga menjadi sumber ekonomi tambahan bagi masyarakat serta mengurangi biaya retribusi sampah yang harus dikeluarkan masyarakat setiap bulan.

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah mengatakan Program Bank Sampah tersebut dikembangkan di Kota Bengkulu karena produksi sampah rumah tangga cukup tinggi. Hal itu berbeda dengan masyarakat kabupaten yang masih memiliki lokasi untuk mengolah atau membakar sampah rumah tangga secara mandiri.

"Terkait dengan bank sampah, jadi masyarakat dididik agar mereka mampu melakukan upaya pemberdayaan sehingga pengelolaan sampah yang tadinya itu masalah berubah menjadi menguntungkan. Ini sebuah perubahan yang sangat mendasar, tapi tentu tidak mudah, dibutuhkan keseriusan dan keberlanjutan," ujarnya.

 

 

 

 

 

Reporter : Alna Saputri

Editor : Erin Andani