Skip to main content
x
Mengelola buah kering bisa menjadi usaha yang menguntungkan, Jumat 25/10/24 (Foto:Hanny)

Simpan Buah Dalam Jangka Panjang, Olah Buah Jadi Buah Kering

Indonesiaraja.com, Bengkulu - Selain memiliki umur simpan yang lebih lama dibandingkan buah segar, buah kering juga padat akan energi dan nutrisi penting seperti serat, vitamin, dan mineral. Buah kering telah lama dikenal sebagai camilan praktis yang kaya nutrisi.

Mengelola buah kering bisa menjadi usaha yang menguntungkan dan menarik. Berikut beberapa langkah yang bisa diambil:

  1. Pemilihan Buah: Pilih buah yang tepat untuk dikeringkan, seperti mangga, pisang, apel, atau aprikot. Pastikan buah yang digunakan segar dan berkualitas baik.
  2. Persiapan Buah: Cuci dan potong buah sesuai ukuran yang diinginkan. Beberapa buah mungkin perlu diparut atau direndam dalam larutan asam (seperti air lemon) untuk mencegah oksidasi dan mempertahankan warna.
  3. Metode Pengeringan:
    • Pengeringan Matahari: Letakkan buah di bawah sinar matahari langsung dengan sirkulasi udara yang baik. Pastikan untuk menutupi buah dengan kain tipis agar tidak terkena debu atau serangga.
    • Pengeringan Oven: Gunakan oven pada suhu rendah (sekitar 50-60°C) dan letakkan buah di rak oven. Ini lebih cepat dan dapat dilakukan di dalam ruangan.
    • Dehydrator: Alat ini dirancang khusus untuk mengeringkan makanan dan dapat memberikan hasil yang konsisten.
  4. Penyimpanan: Setelah buah kering, simpan dalam wadah kedap udara di tempat yang sejuk dan gelap. Pastikan wadah bersih dan kering untuk mencegah kelembapan.
  5. Pemasaran: Jika ingin menjual, pertimbangkan untuk membuat kemasan yang menarik dan informatif. Anda bisa menjualnya secara online, di pasar lokal, atau melalui toko-toko.
  6. Inovasi Produk: Coba buat campuran buah kering, atau kombinasikan dengan bahan lain seperti kacang-kacangan untuk menambah variasi.

Buah utuh lebih cenderung mempertahankan serat dan nutrisi aslinya, sementara buah yang diproses cenderung kehilangan sebagian besar nutrisi tersebut dan mungkin mengandung bahan tambahan seperti gula dan pengawet.

 

 

 

 

Reporter : Hanny Try 

Editor : Sherly Mevitasari