Skip to main content
x
Kapal pesiar Ponant “Le Jacques Cartier”, Jumat 8/11/24 (Foto:Hanny)

Kapal Pesiar Ponant Le Jacques Cartier Mampir Ke Bengkulu

Indonesiaraja.com, Bengkulu - Kapal pesiar Ponant “Le Jacques Cartier” membawa 125 wisatawan asing dari Asia dan Eropa, Kamis (7/11), berlabuh di perairan Bengkulu, tepatnya di Pesisir Malabero, Kecamatan Teluk Segara, Kota Bengkulu.

Kapal ini sebelumnya berlayar dari Denpasar, Bali, dan menjadikan Kota Bengkulu sebagai salah satu tujuan wisata dengan destinasi kunjungan utama di Benteng Marlborough dan Rumah Pengasingan Bung Karno.

Wisatawan terlihat antusias menikmati peninggalan sejarah kolonial Inggris di Benteng Marlborough. Mereka mendengarkan penjelasan pemandu wisata yang menceritakan sejarah benteng ini. 

Salah satu wisatawan asal Skotlandia, Claus, menyatakan ketertarikannya pada sejarah Benteng Marlborough dan merasa senang bisa menyaksikan langsung peninggalan tersebut. Ini adalah pertama kalinya Claus mengunjungi Bengkulu, dan ia mengapresiasi keramahan penduduk lokal yang menyambut mereka dengan tarian dan musik budaya khas di Benteng.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu, Murlin Hanizar, menyambut baik kunjungan wisatawan yang memilih Bengkulu sebagai destinasi kunjungan mereka.

Kedatangan kapal pesiar Ponant “Le Jacques Cartier” ini menghidupkan kembali harapan untuk mengembangkan pariwisata di Bengkulu. Kota Bengkulu sebenarnya pernah dikunjungi kapal pesiar pada kisaran tahun 2016/2017, dengan kunjungan serupa ke objek wisata andalan. Dengan momen ini, diharapkan pariwisata Bengkulu akan semakin dikenal dan diminati oleh wisatawan mancanegara, membuka peluang lebih besar bagi ekonomi lokal dan memperkenalkan kekayaan budaya serta sejarah yang dimiliki Bengkulu.

“Insyaallah, kalau ini berjalan dengan baik kedepannya kita berharap para wisatawan dari kapal pesiar bisa menginap di Bengkulu. Kalau saat ini mereka hanya mampir dan tidak menginap,” jelas Murlin Hanizar, Kamis (7/11).

Jika antusiasme wisatawan terhadap kunjungan kali ini terus positif, Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu berencana mengajukan usulan kepada pihak jasa tur dan wisata untuk mempertimbangkan menginap di Bengkulu. Hal ini diharapkan akan memberi pengalaman yang lebih mendalam bagi wisatawan dan mendukung sektor ekonomi lokal.

Namun, kedatangan kapal pesiar Ponant “Le Jacques Cartier” kali ini menghadapi kendala teknis. Kapal harus berlabuh di tengah perairan Kelurahan Malabero, dan para wisatawan diangkut ke daratan menggunakan kapal boat. 

Hal ini dikarenakan alur pelabuhan Pulau Baai mengalami pendangkalan, yang menghambat kapal besar untuk berlabuh lebih dekat ke pelabuhan. Kendala ini menjadi perhatian untuk pembenahan infrastruktur pelabuhan di masa mendatang agar mampu menampung kapal pesiar secara langsung di pelabuhan.

“Berlabuh di sekitar perairan dekat Mess Pemda, karena memang alur pelabuhan Pulau Baai kan tidak bisa. Harapannya juga kedepan alur ini bisa dipergunakan untuk keluar masuk kapal, karena ini menjadi penunjang juga pertumbuhan wisata di Bengkulu,” tutup Murlin.

 

 

 

 

 

Reporter : Hanny Try

Editor : Sherly Mevitasari