Kendala Teknis, Pesawat Lion Air Tunda Keberangakatan di Bandara HAS Hanandjoeddin
Indonesiaraja.com, Bangka - Pesawat penerbangan nomor JT-142 rute Bandara Depati Amir Pangkalpinang (PGK) tujuan Bandara HAS Hanandjoeddin Tanjungandan (TJQ) mengalami penundaan keberangkatan pada Selasa (2/5/2023).
Pesawat dijadwalkan terbang pada pukul 08.15 WIB, namun karena ada gangguan teknis sehingga keberangkatan ditunda.
Pihak Manajemen Lion Air menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh penumpang atas ketidaknyamanan akibat penundaan penerbangan tersebut.
Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro menjelaskan,
keputusan pilot untuk menunda keberangkatan untuk menjamin keselamatan dan keamanan penerbangan.
"Disebabkan ada salah satu indikator pada kokpit menunjukkan perlu dilakukan pengecekan di area kompartemen kargo pesawat Boeing 737-800NG registrasi PK-LKT. Tindakan pilot adalah sangat tepat dan berorientasi pada keselamatan," kata Danang.
Indikasi gangguan pada pesawat dimaksud, pilot bersama teknisi harus melakukan pengerjaan sesuai standar operasional prosedur.
Dalam situasi seperti ini, pilot memiliki kewenangan dan tanggungjawab menunda keberangkatan pesawat.
"Lion Air sangat memahami, meskipun menunda keberangkatan dapat mengganggu bagi penumpang dan kru, namun keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan yang diambil oleh pilot," kata Danang.
Setelah pesawat berada pada tempat parkir (apron), awak kabin memberikan instruksi (arahan) kepada seluruh penumpang kembali ke ruang tunggu di terminal bandar udara sampai mendapatkan pemberitahuan lebih lanjut.
Proses Pengerjaan dan Penggantian Pesawat
Setelah dilakukan pengecekan pada area kargo pesawat, kata Danang ditemukan perbaikan yang membutuhkan waktu signifikan dan tidak dapat dikerjakan secara cepat dan instan.
Lion Air memutuskan untuk mendatangkan pesawat pengganti yaitu Boeing 737-800NG registrasi PK-LJW dari Jakarta.
"Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa penerbangan dioperasikan secara aman dan nyaman," kata Danang.
Kendala Cuaca Kurang Baik
Danang melanjutkan, kondisi cuaca yang kurang baik dengan jarak pandang yang pendek di Tanjungpandan tidak memenuhi persyaratan keselamatan penerbangan.
Dalam keadaan tersebut, keputusan pilot untuk kembali ke Pangkalpinang (return to base/ RTB) setelah mencoba melakukan pendaratan di Tanjungpandan adalah tindakan yang tepat dan berdasarkan protokol keselamatan penerbangan.
Setelah pesawat mendarat kembali di Pangkalpinang pukul 15.50 WIB, Lion Air melakukan pengecekan dan koordinasi kepada pihak pengelola bandar udara, pengatur lalu lintas udara dan lainnya yang terkait sebelum penerbangan selanjutnya.
Penumpang diberikan informasi mengenai situasi dan perkembangan terbaru, serta diberikan instruksi yang perlu diikuti.
Berdasarkan informasi bahwa bandar udara tujuan aman untuk proses penerbangan, Lion Air kembali terbang dari Pangkalpinang pukul 16.50 WIB dan mendarat di Bandar Udara HAS Hanandjoedin Tanjungpandan pukul 17.20 WIB. (DMW)
- 250017 views
