LSM GEMMAKO Desak Evaluasi Terkait Dugaan Korupsi Dana Perawatan Kebun Kelapa Sawit di PTPN IV Kebun Sei Dadap
Indonesiaraja.com, Asahan - Dodi Antoni, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LSM Gerakan Masyarakat dan Mahasiswa Anti Korupsi (GEMMAKO), kembali mengungkapkan dugaan penyelewengan anggaran dana perawatan dan pemeliharaan tanaman kelapa sawit di PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III dan IV Kebun Sei Dadap, Asahan. Hal ini disampaikan setelah tim investigasi GEMMAKO menemukan sejumlah kejanggalan dalam pengelolaan dana yang seharusnya digunakan untuk merawat kebun kelapa sawit di lokasi Afdeling I, V, dan VI.
Dodi Antoni menjelaskan bahwa ribuan batang tanaman kelapa sawit yang masih muda dan belum berbuah ditemukan dalam kondisi tidak terawat. Banyaknya rumput liar yang merambat pada batang pohon sawit menunjukkan adanya kelalaian dalam perawatan. Bahkan beberapa pohon tampak terlantar, yang berpotensi merugikan perusahaan dan negara.
“Bukan hanya ratusan, tapi ribuan batang pohon kelapa sawit yang belum produktif dan masih muda dibiarkan tanpa perawatan yang baik. Ini sangat ironis, mengingat pemerintah sudah menyediakan anggaran untuk perawatan dan pemeliharaan tanaman sawit,” ungkap Dodi Antoni.
Selain itu, Dodi juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap keberadaan ternak sapi yang bebas berkeliaran di area kebun. Sapi-sapi tersebut, yang tidak diketahui siapa pemiliknya, terlihat mengonsumsi rumput di Afdeling I, V, dan VI. Aktivitas ini menandakan lemahnya pengawasan terhadap perkebunan dan menunjukkan kurangnya pengelolaan yang baik.
LSM GEMMAKO pun mendesak agar Satuan Pengawas Internal (SPI) perusahaan segera melakukan evaluasi dan audit terhadap penggunaan dana yang dialokasikan untuk perawatan kebun kelapa sawit. “Kami akan segera mengirimkan surat temuan terkait indikasi korupsi dana perawatan dan pemeliharaan tanaman kelapa sawit kepada Direksi PTPN IV,” tegas Dodi.
Hingga berita ini diterbitkan, konfirmasi dari pihak PTPN IV Regional I, baik di Kantor Afdeling V maupun di Kantor Afdeling VI, belum berhasil diperoleh. Nomor telepon yang diberikan kepada media tidak memberikan respons, dan informasi mengenai lokasi kantor juga terlihat tidak jelas.
LSM GEMMAKO berharap agar pihak berwenang segera melakukan tindakan transparan dan memastikan bahwa dana yang telah disediakan negara untuk sektor perawatan perkebunan dikelola dengan baik demi kepentingan bersama.
Reporter : Rama Yadi Afrizal
Editor : Sherly Mevitasari
- 250115 views
