Ribuan Calon PPPK di Bengkulu Jalani Tes Kesehatan di RSHD
Indonesiaraja.com,Bengkulu- Sebanyak 1.441 peserta yang dinyatakan lulus seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap pertama di Kota Bengkulu, kini menjalani tes kesehatan jasmani, bebas narkoba, serta tes kejiwaan sebagai salah satu syarat final untuk diangkat menjadi pegawai resmi. Tes kesehatan ini dilakukan di Rumah Sakit Harapan dan Doa (RSHD) Kota Bengkulu sejak 8 Januari 2025, dan berlangsung hingga kini, Rabu (15/01/2025) kemarin.
Direktur RSHD Kota Bengkulu, Lista Cerlyviera, mengungkapkan bahwa pihaknya dapat melakukan pemeriksaan terhadap 250 hingga 300 peserta setiap harinya.
"Sejak dimulai pada 8 Januari, hingga 15 Januari 2025, kami sudah berhasil memeriksa sekitar seribu peserta yang telah menjalani tes jasmani dan bebas narkoba," ujar Lista.
Dijelaskan lebih lanjut, selain tes kesehatan jasmani dan narkoba, peserta juga diwajibkan menjalani pemeriksaan kejiwaan yang dilakukan di Rumah Sakit Jiwa karena melibatkan psikiater dan psikolog.
"Proses tes kesehatan ini berjalan lancar, meskipun kami harus menambah stok reagen karena jumlah awal yang disiapkan tidak mencukupi," kata Lista.
Salah seorang peserta tes, Marisa, menyatakan bahwa dirinya tidak mengalami kendala selama mengikuti tes kesehatan di RSHD.
"Prosesnya lancar dan semua pemeriksaan berjalan sesuai prosedur," katanya.
Tes kesehatan ini merupakan tahap penting sebelum pengangkatan calon PPPK menjadi pegawai resmi. Dengan dukungan fasilitas yang memadai, serta koordinasi yang baik antara pihak terkait, pelaksanaan tes kesehatan ini dapat berjalan sesuai rencana.
Di sisi lain, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Bengkulu, Achrawi, menyampaikan bahwa dari total 1.446 tenaga honorer yang mengikuti tes PPPK tahap pertama, sebanyak 1.416 orang dinyatakan lulus untuk PPPK penuh waktu. Sementara itu, 30 orang yang tidak lulus seleksi akan diusulkan menjadi PPPK paruh waktu.
"Sebanyak 30 orang yang tidak lulus terdiri dari dua orang pegawai honorer guru, delapan orang tenaga kesehatan, dan 20 orang tenaga teknis. Mereka akan kami usulkan untuk menjadi PPPK paruh waktu," jelas Achrawi.
Dengan proses ini, diharapkan program PPPK dapat terus memberikan kesempatan kerja yang lebih baik bagi para tenaga honorer di Kota Bengkulu, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik di berbagai sektor.
Reporter : Hanny Try
Editor : Sherly Mevitasari
- 250007 views
