Skip to main content
x
Dempo Xler, S.IP., M.AP menghimbau, anak muda harus bijak dalam menggunakan hak suara, Selasa 21/11/23 (Foto:Alna Saputri)

Sambut Pesta Demokrasi 2024, Dempo Xler Ajak Anak Milenial Untuk Bijak Menggunakan Hak Suara

Indonesiaraja.com, Bengkulu - Pesta Demokrasi tahun 2024 akan segera terselenggara, kaum milenial sebagai pemilih pemula, menjadi penentu arah kebijakan politik disistem pemerintahaan. Karena anak muda yang menjadi suara pemilih lebih banyak dibanding orang yang sudah tua.

Ketua Komisi I DPRD Provinsi Bengkulu Dempo Xler, S.IP., M.AP menghimbau, anak muda harus bijak dalam menggunakan hak suara dan jangan sampai tidak menggunakan hak pilihnnya.

“Jangan cegah anak muda tampil. Siapapun dia, dan berapapun umurnya. Karena anak muda memiliki ruang besar dalam menentukan arah bangsa ini,” terang Dempo. Selasa (21/11/2023).

 

 

Kemudian, anak muda tidak boleh dipandang sebelah mata, karena anak muda itu lebih dekat dengan masyarakat. Jika ada generasi tua yang mencegah anak muda tampil itu, hanya generasi yang tidak rela posisinya tergantikan. Baik di eksekutif maupun dilegislatif.

“Dalam perjalanan waktu, cepat atau lambat, posisi itu pasti akan tergantikan. Jadi yang memandang sebelah mata anak muda itu, hanya orang yang tidak rela posisinya digantikan,” tegasnya.

Menurut Dempo, anak muda yang berkualitas harus memberikan pemahaman agar kemampuannya meningkat sehingga bisa membuat pemikiran anak muda terbuka. 

“Ini tugas kita semua, untuk membuat anak muda menjadi anak muda berkualitas. Bagitupun anak mudanya juga harus terus mengupgrade ilmu pengetahuian dan wawasan,” tambah Dempo.

Menurut dempo berdasarkan pengalamannya ketika muda, anak muda itu sudah diajarkan berpolitik didalam kampus. Baik itu dalam politik kebijakan kampus, mahasiswa, maupun tata cara negosiasi. Karena ruang anak muda itu, sudah mulai ditempah di organisasi kampus. Baik organisasi internal kampus, maupun eksternal kampus.

“Cara politiknya sama, hanya beda ruangnya saja. Anak muda yang ada di kampus ruang politiknya dikampus. Jika sudah lepas kampus, ruang politiknya berbicara kebijakan publik,” tuturnya. (Adv)