Skip to main content
x
Bazar Pasar Murah di Bengkulu, Kamis 26/12/2024 (Foto:Hanny)/Indonesiaraja.com

Disprindag Gelar Bazar Pasar Murah Tanggapi Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok

Indonesiaraja.com,Bengkulu- Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disprindag) Kota Bengkulu menggelar Bazar Pasar Murah di beberapa kelurahan untuk menyikapi lonjakan harga bahan pokok (bapok) yang belakangan ini semakin merangkak naik. Gelaran pasar murah ini diharapkan dapat membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau menjelang akhir tahun 2024, Kamis (26/12/2024).

Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Disprindag Kota Bengkulu, Jasya Arief, SH, menjelaskan bahwa bazar ini merupakan kelanjutan dari pasar keliling yang telah diselenggarakan sebelumnya. 

"Pasar kelilingnya sudah selesai, sekarang kita buka bazar di beberapa tempat. Tujuan kita adalah untuk membantu menjaga stabilitas harga pangan, terutama bahan pokok yang saat ini mengalami kenaikan," ujar Jasya.

Bazar Pasar Murah ini akan berlangsung selama lima hari, mulai Kamis, 26 Desember 2024 hingga Selasa, 31 Desember 2024. Bazar ini bertempat di beberapa kelurahan di Kota Bengkulu, dengan lokasi yang dapat dilihat pada grafis berita ini. Beberapa bahan pokok yang dijual dalam bazar tersebut antara lain beras, minyak goreng, gula, dan tepung, dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan harga pasaran.

Jasya menjelaskan bahwa harga-harga yang ditawarkan dalam bazar ini lebih rendah hingga Rp10.000 dibandingkan harga di pasar umum. Sebagai contoh, minyak goreng merek Fortune dijual dengan harga Rp14.000 per liter, beras ukuran 5 kg merek Kembang Kol seharga Rp70.000, gula merek Manisku dijual Rp11.500 per kilogram, dan tepung merek Segitiga Biru hanya Rp7.000 per kilogram.

"Yang kita sediakan di Bazar Pasar Murah ini adalah bahan pokok berkualitas premium. Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga yang terjangkau dan berkualitas baik," ujar Jasya.

Namun, ada sedikit perbedaan dengan operasi pasar murah sebelumnya. Pada bazar kali ini, tidak disediakan beberapa bahan pokok seperti cabe dan bawang, yang digantikan dengan gula dan tepung, sesuai dengan surat Dokumen Pelaksana Anggaran (DPA) yang berlaku. Meskipun demikian, masyarakat tetap dapat membeli bahan pokok lain dengan harga subsidi yang lebih murah.

Jasya juga menambahkan bahwa bazar ini menggunakan insentif fiskal dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Republik Indonesia sebesar Rp200 juta untuk subsidi harga bahan pokok yang dijual di bazar tersebut. 

"Insentif fiskal dari Kemenkeu ini bertujuan untuk menstabilkan harga dan membantu masyarakat yang terimbas dengan kenaikan harga bahan pokok," jelasnya.

Pekan terakhir Desember 2024, harga sejumlah bahan pokok, terutama cabai, mengalami lonjakan signifikan. Berdasarkan penelusuran RB di Pasar Tradisional Panorama, harga cabai merah telah mencapai Rp45.000 per kilogram, sementara cabai rawit setan bahkan tembus Rp60.000 per kilogram. Kenaikan harga ini membuat pengusaha rumah makan di Bengkulu, seperti Laili, mengaku khawatir dengan dampaknya terhadap bisnis mereka.

"Lah mahal galo dek, ndak di naik hargo jual lari galo langganan kelak tu idak dinaikkan kemano untungnyo," kata Laili, pemilik rumah makan di Lingkar Barat.

Salah satu pedagang cabai, Firmandani, juga menyebutkan bahwa harga cabai terus naik dalam tiga hari terakhir. 

"Sekarang harga cabai merah saya jual Rp45.000 per kilogram, cabai hijau Rp35.000 per kilogram, dan cabai rawit setan Rp60.000 per kilogram," katanya. 

Firmandani mengungkapkan bahwa cabai yang dijualnya berasal dari Provinsi Jambi, tepatnya dari daerah Kerinci, karena pasokan cabai lokal dari Bengkulu sulit didapatkan. 

"Para petani dan agen cabai lebih memilih mengirimkan cabai ke Jawa karena permintaan yang tinggi di sana," tambahnya.

Menurut Firmandani, harga cabai diprediksi akan terus naik hingga bulan Maret 2025, bahkan dapat tembus Rp50.000 per kilogram menjelang bulan puasa. 

"Kalu cabe merah ko yakin terus naik sampai bulan puaso," ujarnya.

Dengan adanya Bazar Pasar Murah yang digelar oleh Disprindag Kota Bengkulu, diharapkan dapat sedikit meredakan beban masyarakat yang terimbas oleh kenaikan harga bahan pokok, sekaligus memberikan alternatif harga yang lebih terjangkau di tengah situasi ekonomi yang menantang.

 

Reporter : Hanny Try 

Editor : Sherly Meviitasari