Peringatan Hakordia 2024 di Fakultas Hukum Unib: Perkuat Komitmen Bengkulu Melawan Korupsi
Indonesiaraja.com, Bengkulu – Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) yang diperingati setiap 9 Desember menjadi momen penting untuk memperkuat komitmen masyarakat Bengkulu dalam melawan korupsi. Tahun ini, peringatan Hakordia diadakan di Fakultas Hukum Universitas Bengkulu dengan tema “Bersama Melawan Korupsi, Wujudkan Bengkulu Berintegritas.”
Kegiatan ini melibatkan pelajar, mahasiswa, akademisi, dan perwakilan pemerintah daerah. Berbagai acara edukatif seperti seminar, lomba esai dan poster, serta deklarasi integritas Pegawai Negeri Sipil (PNS) turut memeriahkan peringatan tersebut.
Hakordia pertama kali ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui Konvensi PBB Melawan Korupsi (UNCAC) pada 31 Oktober 2003 di Meksiko. Tanggal 9 Desember dipilih untuk meningkatkan kesadaran global akan pentingnya melawan korupsi yang kerap menjadi penghambat pembangunan dan pemerataan keadilan.
Bengkulu, yang pernah mengalami sejumlah kasus korupsi di tingkat pemerintah daerah, menjadikan peringatan Hakordia 2024 sebagai ajang refleksi. Pemerintah daerah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), serta lembaga pendidikan terus mendorong penerapan nilai-nilai integritas.
"Korupsi bukan hanya soal angka dan kerugian negara, tetapi juga tentang hilangnya kepercayaan publik. Melalui Hari Antikorupsi Sedunia, kita harus memperkuat komitmen bersama untuk membangun Bengkulu yang bersih dan bebas dari korupsi," ujar Prof. Dr. Herlambang, S.H., M.H., akademisi dari Fakultas Hukum Universitas Bengkulu.
Seminar ini menghadirkan pembicara dari KPK, akademisi, dan praktisi hukum. Materi yang dibahas meliputi langkah-langkah konkret pencegahan korupsi sejak dini, khususnya dalam pengelolaan dana desa. Seminar bertujuan meningkatkan kesadaran mahasiswa dan masyarakat umum terhadap praktik korupsi yang sering kali terjadi di tingkat pemerintahan desa.
Lomba ini diikuti oleh siswa SMA dan mahasiswa. Dengan tema seputar integritas dan pemberantasan korupsi, peserta diminta membuat karya esai dan poster yang mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menolak korupsi. Melalui lomba ini, generasi muda diharapkan lebih peka dan terlibat aktif dalam membangun budaya antikorupsi.
Sebagai bentuk nyata komitmen pemerintah daerah, para PNS di Bengkulu menandatangani deklarasi antikorupsi. Deklarasi ini diharapkan dapat menjadi pengingat bagi para abdi negara untuk bekerja dengan jujur, transparan, dan profesional.
Salah satu peserta, Ana, mahasiswa Fakultas Hukum Unib, mengungkapkan harapannya agar kegiatan Hakordia tidak hanya menjadi seremonial tahunan, melainkan gerakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
"Jika kita ingin Bengkulu maju, maka kita harus mulai dari diri sendiri. Katakan tidak pada korupsi, sekecil apa pun itu," ujar Ana.
Selain itu, pemerintah daerah berharap masyarakat turut berperan aktif dalam pengawasan kebijakan pemerintah dan mengutamakan kejujuran dalam setiap aktivitas.
"Peran serta masyarakat sangat penting. Warga tidak hanya sebagai pengawas, tetapi juga pelopor gerakan antikorupsi di tingkat keluarga, lingkungan, hingga pemerintahan," kata seorang perwakilan dari Pemprov Bengkulu.
Peringatan Hakordia 2024 di Bengkulu bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan upaya nyata untuk memperkuat nilai-nilai integritas dan menciptakan budaya antikorupsi di semua lapisan masyarakat. Diharapkan, peringatan ini dapat menjadi pengingat bahwa perang melawan korupsi membutuhkan partisipasi dari semua pihak, baik pemerintah, mahasiswa, hingga masyarakat umum.
Dengan semangat kebersamaan, Bengkulu optimistis mampu menciptakan pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel demi masa depan yang lebih baik.
Reporter : Hanny Try
Editor : Sherly Mevitasari
- 250004 views
