Skip to main content
x
Win Rizal Kepala BPS Provinsi Bengkulu, Senin 11/11/24 (Foto:Hanny)

Tingkat Pengangguran Di Bengkulu Alami Penurunan, Faktor Pendidikan Sangat Mempengaruhi

Indonesiaraja.com, Bengkulu - Provinsi Bengkulu mencatatkan penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Agustus 2024, yang kini berada di angka 3,11 persen, turun dari 3,42 persen pada Agustus 2023. TPT adalah indikator penting untuk menilai jumlah tenaga kerja yang belum terserap oleh pasar, serta mencerminkan ketidakberdayagunaan sebagian dari tenaga kerja yang tersedia.

Menurut data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) pada Agustus 2024, TPT ini setara dengan sekitar tiga orang penganggur dari setiap 100 orang dalam angkatan kerja di Bengkulu. Penurunan sebesar 0,31 persen poin ini menandakan perbaikan dalam sektor ketenagakerjaan, yang mungkin disebabkan oleh peningkatan kesempatan kerja di berbagai sektor dan usaha peningkatan keterampilan tenaga kerja di wilayah tersebut.

“Kita sebetulnya kalau secara provinsi, pengagguran terus turun. Pengangguran kita 3,11 persen,” kata Win Rizal Kepala BPS Provinsi Bengkulu.

Win menjelaskan bahwa, secara mendalam, mayoritas pekerja di Provinsi Bengkulu masih didominasi oleh tenaga kerja dengan tingkat pendidikan yang rendah. Hal ini mengindikasikan bahwa banyak tenaga kerja belum memiliki kualifikasi atau keterampilan yang cukup untuk memasuki sektor-sektor dengan persyaratan pendidikan yang lebih tinggi. 

Kondisi ini dapat mempengaruhi peluang kerja yang tersedia bagi mereka, yang cenderung terbatas pada sektor informal atau pekerjaan dengan upah yang lebih rendah.

“Lebih 50 persen tenaga kerja kita, 50,33 persen itu SMP ke bawah. Bahkan SD nya sendiri 33 persen. Jadi yang mendominasi adalah pekerja dengan tingkat pendidikan yang rendah,” jelasnya.

Selain itu, Win menjelaskan bahwa perlu ada upaya khusus untuk membantu pekerja dengan tingkat pendidikan rendah agar dapat mengurangi jumlah pengangguran di kalangan ini. Ia menegaskan pentingnya mengubah pola pikir di tingkat akademik dan SMK kejuruan, di mana pendidikan vokasional bisa lebih fokus pada keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.

Menurutnya, pendidikan di SMK sebaiknya benar-benar diarahkan untuk mempersiapkan siswa bekerja langsung dalam bidang yang sesuai dengan keahliannya. 

Dengan pendekatan ini, lulusan SMK diharapkan memiliki keterampilan yang lebih relevan dan siap bersaing dalam dunia kerja, mengurangi ketergantungan pada pekerjaan yang tidak membutuhkan kualifikasi tinggi

Data Agustus 2024 menunjukkan adanya penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi Bengkulu, dengan TPT laki-laki sebesar 2,93 persen dan TPT perempuan lebih tinggi di angka 3,38 persen. Keduanya mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, dengan TPT laki-laki turun 0,13 persen poin dan perempuan turun 0,61 persen poin.

Dilihat dari lokasi, TPT di perkotaan lebih tinggi (4,17 persen) dibanding perdesaan (2,52 persen), meskipun keduanya juga mengalami penurunan dari Agustus 2023, dengan perkotaan turun 0,45 persen poin dan perdesaan turun 0,26 persen poin.

Jika dianalisis berdasarkan jenjang pendidikan tertinggi yang ditamatkan, TPT tertinggi pada Agustus 2024 adalah lulusan Diploma I/II/III (5,70 persen), sementara tingkat pengangguran terendah adalah pada tamatan SD ke bawah, dengan TPT hanya 1,39 persen. Hal ini menunjukkan bahwa lulusan pendidikan menengah ke atas, terutama dari jenjang diploma, masih menghadapi tantangan dalam penyerapan di pasar kerja.

 

 

 

 

Reporter : Hanny Try 

Editor : Sherly Mevitasari