Skip to main content
x
Kepala BPS Provinsi Bengkulu Win Rizal, di Bengkulu, Rabu 15/01/2025 (Foto:Hanny)/Indonesiaraja.com

BPS Ungkapkan Penurunan Jumlah Penduduk Miskin di Provinsi Bengkulu

Indonesiaraja.com,Bengkulu- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu mengungkapkan penurunan jumlah penduduk miskin di provinsi tersebut. Data terbaru menunjukkan bahwa jumlah penduduk miskin berkurang dari 281,36 ribu jiwa pada Maret 2024 menjadi 261,15 ribu jiwa pada akhir September 2024.

Kepala BPS Provinsi Bengkulu, Win Rizal, menjelaskan bahwa pada September 2024, persentase penduduk miskin di Provinsi Bengkulu mencapai 12,52 persen, yang menurun 1,04 persen poin dibandingkan dengan angka pada Maret 2024 yang tercatat sebesar 13,56 persen.

"Meski penurunan persentase hanya 1,04 persen poin, komposisi penurunannya cukup besar dan signifikan. Ini adalah capaian yang sangat baik dan perlu dipertahankan. Kita semua berharap agar angka kemiskinan di Provinsi Bengkulu terus menurun dan bahkan bisa mencapai satu digit," kata Win Rizal di Bengkulu pada Rabu (15/01/2025) kemarin.

Win Rizal juga merinci bahwa persentase penduduk miskin di perkotaan pada September 2024 tercatat sebesar 12,32 persen, turun dibandingkan dengan Maret 2024 yang sebesar 13,56 persen. Di sisi lain, persentase penduduk miskin di perdesaan juga mengalami penurunan dari 13,56 persen pada Maret 2024 menjadi 12,63 persen pada September 2024.

"Penduduk miskin di perkotaan berkurang sekitar 8 ribu orang, dari 94,67 ribu orang menjadi 86,71 ribu orang. Sementara itu, di perdesaan, jumlah penduduk miskin berkurang sekitar 12,3 ribu orang, dari 186,69 ribu orang menjadi 174,44 ribu orang," ungkapnya.

Penurunan angka kemiskinan ini menunjukkan adanya perbaikan signifikan dalam perekonomian di Provinsi Bengkulu, yang diharapkan dapat terus berlanjut pada tahun 2025. Menurut Win Rizal, pencapaian ini merupakan hasil kerja keras bersama seluruh elemen masyarakat dan pemerintah di Bengkulu.

Dengan optimisme tersebut, Provinsi Bengkulu berharap dapat terus memperbaiki kondisi ekonomi masyarakatnya dan mengurangi angka kemiskinan lebih lanjut di masa yang akan datang.

 

Reporter : Hanny Try

Editor : Sherly Mevitasari