Skip to main content
x
Pengelola Pasar Tradisional Modern (PTM) Kutau bersama puluhan pedagang menggelar pertemuan, Kamis 12/12/2024 (Foto:Syafrindani)

Pertemuan Sempat Rusuh Karena Isu Penataan, Akhirnya Forum Pedagang PTM Kutau Dibentuk

Indonesiaraja.com,Bengkulu Selatan- Pengelola Pasar Tradisional Modern (PTM) Kutau bersama puluhan pedagang menggelar pertemuan pada Rabu (11/12/2024) kemarin untuk membahas pembentukan Forum Pedagang PTM Kutau.

Meski sempat terjadi kerusuhan berupa adu mulut dan saling senggol antara pengelola dan pedagang, pertemuan tersebut tetap berlangsung aman dan kondusif.

Pertemuan yang digelar di Gedung PTM Kutau ini bertujuan untuk membentuk pengurus Forum Pedagang PTM Kutau yang sebelumnya sempat vakum. Pengelola PTM Kutau, Tusani, menjelaskan bahwa forum ini diperlukan untuk melindungi hak-hak pedagang dan memberikan wadah untuk menyalurkan aspirasi mereka.

“Kami akan membentuk forum persatuan pedagang di PTM Kutau, yang nantinya akan disepakati oleh para pedagang. Nama forum ini bisa disesuaikan, yang penting kami telah mengusulkan untuk perlindungan pedagang itu sendiri,” ujar Tusani, Kamis (12/12/2024).

Tusani juga menambahkan, setelah pengurus forum terbentuk, mereka akan menyampaikan hasilnya ke Dinas Perdagangan dan Koperasi (Disprindagkop) Kabupaten Bengkulu Selatan untuk mendapatkan Surat Keputusan (SK). Forum ini diharapkan dapat menampung masukan dari pedagang, menyelesaikan masalah yang ada, dan melaksanakan kegiatan sosial yang bermanfaat.

“Dengan adanya forum ini, pedagang bisa mengusulkan berbagai kebutuhan, misalnya adanya boks ikan, dengan mengajukan proposal ke Dinas Perdagangan hingga Kementerian Perdagangan. Mudah-mudahan bisa dikabulkan,” tambah Tusani.

Terkait kerusuhan yang terjadi dalam pertemuan tersebut, Tusani menyatakan bahwa hal tersebut adalah hal yang biasa dalam proses diskusi dan bisa diselesaikan dengan baik. 

“Perdebatan itu biasa, tapi Alhamdulillah bisa diatasi. Selain pembentukan forum, kami juga akan membentuk sistem pengamanan untuk menjaga ketertiban, termasuk penjagaan malam hari,” ujarnya.

Alex, yang terpilih menjadi Ketua Forum Pedagang PTM Kutau, juga menyampaikan bahwa dirinya tidak akan bekerja sendiri. Ia akan dibantu oleh Rahmat Jayadi sebagai Sekretaris Forum. Alex menegaskan bahwa yang saat ini paling dibutuhkan para pedagang adalah kepastian tempat atau pemetaan lokasi berdagang, sehingga tidak ada tumpang tindih atau benturan dengan pihak yang berwenang dalam melakukan penertiban.

“Lawan kita ini berat, jadi kita tidak bisa sendiri-sendiri. Kalau kita tidak bersatu, kita akan hancur,” ucap Alex. 

Ia juga mengungkapkan bahwa meskipun penataan tempat pedagang sudah dilakukan, masih ada beberapa pedagang yang tidak mengikuti aturan dan berjualan di lokasi yang tidak sesuai dengan peruntukannya.

“Penataan pasar sudah dilakukan, baik untuk sayuran, makanan, ayam, dan ikan, tapi kenyataannya masih banyak yang tidak sesuai dengan peruntukannya. Itu yang harus dipahami, termasuk dengan penataan pasar sore,” tutup Alex.

Pertemuan ini menandai awal terbentuknya Forum Pedagang PTM Kutau yang diharapkan dapat menjadi sarana untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi oleh pedagang dan pengelola pasar, serta menciptakan suasana pasar yang lebih tertib dan kondusif di masa mendatang.

 

Reporter : Syafrindani Yamadasi

Editor : Sherly Meviitasari